Cryptoharian – Bitcoin (BTC) saat ini berada di atas level kunci US$ 65.000, dan para ahli percaya bahwa harga ini mungkin akan segera naik tajam. Setelah tujuh bulan konsolidasi, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Bitcoin bisa segera memulai bull-run, seperti yang terjadi pada tahun 2023.
Berikut tiga alasan utama mengapa Oktober ini bisa menjadi awal dari lonjakan harga Bitcoin.
3. Rasio Leverage yang Rendah
Meskipun harga Bitcoin bergejolak belakangan ini, rasio leverage tetap rendah di kisaran 32 persen menurut analis Axel Adler Jr. Biasanya, ketika leverage naik di atas 55 persen, pasar sering mengalami likuidasi besar-besaran yang menyebabkan penurunan harga tajam.
Namun dengan leverage yang masih terkendali, Bitcoin berada dalam posisi kuat untuk terus naik tanpa resiko koreksi besar.
2. Pengaruh Halving dan Pemilu Amerika
Pemilihan umum presiden Amerika yang akan datang dan sejarah Bitcoin pasca halving menjadi salah satu faktor lain yang mendukung optimisme kenaikan harga. Menurut analis kripto dengan nama Intuito, setelah empat kali halving Bitcoin selama 12 tahun terakhir, harga biasanya melambat sesaat sebelum melonjak tajam setelah pemilu atau perubahan politik besar.
Baca Juga: JPMorgan ‘Banting Setir’ Menyoal Pandangan pada Kripto di Tahun 2025
Dengan Donald Trump yang memimpin dalam jajak pendapat pemilihan presiden AS 2024, Intuito percaya bahwa hasil pemilu 5 November bisa memicu lonjakan harga Bitcoin. Selain itu, Bitcoin saat ini hanya kurang dari 9 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH), dan jika harga melampaui angka tersebut, maka hal ini bisa memicu lonjakan besar.
1. Polanya Mirip dengan Tahun 2023
Vettle Lund, seorang analis di K33 Research, membandingkan situasi pasar Bitcoin saat ini dengan kondisi pada Oktober 2023. Dalam sebuah postingan media sosial X, dia menyebut bahwa premi CME dan tingkat pendanaan saat ini sangat mirip dengan tahun lalu.
Lund menjelaskan bahwa meski pasar tampak hampir sama, perbedaan utamanya adalah para trader futures sekarang lebih agresif. Ini terlihat dari meningkatnya minat dalam perdagangan futures perpetual.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


