CryptoHarian

3 Alasan Kuat Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Baru

Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) terus merangkak naik dan kini berada di kisaran US$ 96.500. Ini berarti sudah ada kenaikan sekitar 30 persen dari titik terendah di bulan April. Banyak dari kalangan analis percaya bahwa harga Bitcoin bisa segera mencetak rekor baru.

Apa penyebabnya? Melansir dari crypto.news, ada 3 faktor utama yang mendorong tren kenaikan ini. Ketiga faktor utama tersebut adalah pasokan yang makin langka, permintaan yang terus meningkat dan analisis teknikal yang mendukung.

1. Pasokan Bitcoin di Bursa Makin Menipis

Pertama, jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa kripto saat ini hanya sekitar 1,42 juta koin, angka terendah sejak November 2018. Untuk perbandingan, pada tahun 2018 jumlahnya sempat menyentuh 3,21 juta koin.

Di sisi lain, jumlah Bitcoin yang disimpan di luar bursa, seperti di dompet pribadi, kini mencapai 18,43 juta. Artinya, semakin banyak investor yang memilih menyimpan Bitcoin jangka panjang dan tidak berniat menjual dalam waktu dekat.

Perusahaan besar seperti MicroStrategy milik Michael Saylor, yang saat ini memegang lebih dari 2 persen dari total Bitcoin di dunia, terus menambah kepemilikannya. Begitu juga dengan perusahaan seperti Tesla, Coinbase, Galaxy Digital dan Block, yang belum menunjukkan tanda-tanda ingin melepas aset mereka.

Dengan pasokan di pasar makin sedikit, sementara permintaan tetap tinggi, harga berpotensi naik lebih jauh.

Baca Juga: Bitcoin Naik Tajam, Analis: Hati-Hati dengan Level Atas

2. Permintaan Investor Makin Kuat

Selain itu, permintaan dari investor, baik ritel maupun institusi juga terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya adalah arus masuk dana ke produk ETF Bitcoin.

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa sejak diluncurkan pada Januari 2024, ETF Bitcoin hanya mencatat empat bulan arus keluar. Total dana yang dikelola oleh ETF kini mencapai lebih dari US$ 40 miliar.

ETF milik BlackRock (IBIT) memimpin dengan aset senilai US$ 60 miliar, diikuti oleh FBTC dari Fidelity (US$ 20 miliar) dan ARKB dari Ark Invest (US$ 19 miliar). Ini menandakan minat yang sangat besar dari kalangan institusi, terutama di Amerika Serikat.

Bahkan, beberapa analis memprediksi gelombang permintaan berikutnya bisa datang dari negara-negara yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika.

3. Sinyal Teknikal Dukung Kenaikan

Dari sisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin juga menunjukkan tren positif. Saat ini, Bitcoin sudah menembus level resisten penting di harga US$ 88.690 dan berada di atas dua garis rata-rata pergerakan utama: EMA 50 hari dan 100 hari.

Bitcoin juga masih mengikuti pola kenaikan yang dimulai sejak Agustus tahun lalu. Ini menguatkan keyakinan bahwa tren naik yang akan terus berlanjut.

Beberapa lembaga keuangan optimis soal masa depan Bitcoin. Standard Chartered memprediksi harga bisa mencapai US$ 200.000, sementara Ark Invest bahkan memperkirakan potensi hingga US$ 2,4 juta pada tahun 2030.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.