Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) turun tajam hingga menembus batas psikologis US$ 100.000 pada hari Minggu (22/6/2025). Penurunan yang dalam ini menyusul kabar serangan militer Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran.
Sontak, peristiwa ini memicu kepanikan di pasar dan menyebabkan aksi jual besar-besaran, tidak hanya pada Bitcoin, tetapi juga altcoin besar lainnya.
Salah seorang trader populer, yakni Cas Abbe menyebutkan lewat akun platform X-nya bahwa Bitcoin masih berpeluang turun ke kisaran US$ 93.000 – US$ 94.000 sebelum ada tanda-tanda pemulihan.
Tak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya seperti Ethereum, XRP, Solana dan Hyperliquid juga mengalami tekanan jual dan menembus level support penting. Ini menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai berubah negatif, dan banyak investor memilih menjauh dari resiko.
Meski begitu, ada kabar positif. Beberapa analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang pasar kripto. CEO Real Vision, Raoul Pal mengatakan siklus kripto saat ini mirip dengan tahun 2017 dan ia memperkirakan tren naik akna berlangsung hingga kuartal kedua 2026.
Bitcoin: Tekanan Masih Berlanjut
Bitcoin kini berada di bawah dua level penting: rata-rata pergerakan 50 hari (US$ 104.788) dan support psikologis US$ 100.000. Indikator teknikal menunjukkan tekanan jual masih kuat. Jika harga tidak segera kembali ke atas US$ 100.000, ada kemungkinan penurunan berlanjut hingga ke US$ 93.000 atau bahkan US$ 89.420.
Agar tren bisa berbalik, pembeli perlu mendorong harga naik ke atas EMA 20 hari (US$ 104.616), dan lebih baik lagi jika bisa melampaui SMA 50 hari.
Ethereum: Ujian di Level US$ 2.111
Harga Ethereum (ETH) juga melemah, turun ke bawah US$ 2.323 dan kini mendekati support kritis di US$ 2.111 jika support ini jebol, harga bisa turun lebih jauh ke sekitar US$ 1.754.
Namun, jika harga berhasil memantul dari US$ 2.111, kemungkinan ETH akan bergerak dalam kisaran antara US$ 2.111 dan US$ 2.323. Sinyal positif baru akan terlihat jika harga kembali ke atas SMA 50 hari.
XRP: Support US$ 2 Runtuh
XRP mengalami tekanan besar setelah gagal mempertahankan kisaran harga antara US$ 2 dan US$ 2,65. Saat ini harga berada di bawah US$2. JIka penurunan berlanjut, target berikutnya adalah US$ 1,61 dan jika itu pun tembus, harga bisa turun ke US$ 1,28.
Peluang rebound masih ada, tapi pembeli harus segera mengangkat harga kembali di atas US$ 2 untuk menghindari penurunan lebih dalam.
Solana: Pola Bearish Terbentuk
Solana (SOL) menembus support US$ 140, mengonfirmasi pola bearish “head and shoulder”. Penurunan bisa berlanjut ke US$ 110 dan bahkan ke target pola di US$ 93 jika tekanan jual tak mereda.
Namun, indikator RSI menunjukkan kondisi oversold, sehingga rebound jangka pendek masih mungkin terjadi. Untuk pemulihan yang lebih kuat, harga harus mampu menembus EMA 20 hari dan kemudian SMA 50 hari.
Hyperliquid: Koreksi Tajam Setelah Gagal Tembus US$ 42,50
HYPE mengalami koreksi tajam setelah beberapa kali gagal bertahan di atas US$ 42,50. Kini harga sedang menguji SMA 50 hari di kisaran US$ 32,26. Jika tembus, target berikutnya berada di US$ 28,50.
Peluang rebound tetap ada jika harga bisa kembali di atas EMA 20 hari. Namun, selama indikator masih menunjuk ke arah turun, tekanan jual tetap dominan.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








