CryptoHarian

Ada Peringatan Khusus untuk Pemegang XRP, Simak di Sini!

Cryptoharian – XRP kembali menjadi sorotan setelah jatuh di bawah level psikologis US$ 2 akibat tekanan jual besar-besaran. Penurunan ini terjadi di tengah gejolak pasar yang dipicu oleh pengumuman tarif global dari Presiden Donald Trump pada 2 April.

Melansir dari finbold.com, harga XRP turun sebesar 5,63 persen, ikut menyeret pasar kripto secara keseluruhan dan menghapus lebih dari US$ 140 miliar bagi pasar.

Meski begitu, XRP kembali berhasil naik tipis 3 persen intraday dan saat ini diperdagangkan di level US$ 2,06. Kenaikan ini muncul di tengah tanda-tanda awal pemulihan pasar serta kabar bahwa Senat Amerika telah meloloskan Paul Atkins sebagai calon ketua baru Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika.

Namun, para analis memperingatkan bahwa rebound ini mungkin bersifat sementara.

Pola Teknis Mengkhawatirkan

Menurut analis kripto Ali Martinez, XRP baru saja mematahkan support penting di US$ 2, yang merupakan garis leher (neckline) dari pola head and shoulder, sinyal teknikal klasik untuk potensi pembalikan tren ke bawah.

Jika level ini gagal dipertahankan, XRP beresiko turun jauh lebih ke sekitar US$ 1,30, penurunan hampir 37 persen dari posisi saat ini.

Meski kabar soal Paul Atkins bisa membuka peluang regulasi kripto yang lebih bersahabat ke depan, kondisi pasar saat ini masih penuh ketidakpastian. Tidak ada katalis kuat yang cukup mendorong XRP naik tajam dalam waktu dekat.

Selama tekanan jual terus berlanjut dan tidak ada sentimen positif baru, resiko penurunan harga XRP tetap tinggi.

Baca Juga: Pasar Kripto Berdarah, Shiba Inu Malah Asyik Bakar-Bakar Jutaan Koin

Reli Retail Mulai Kehabisan Tenaga

Lonjakan harga XRP sebesar 485 persen antara 7 November 2024 dan pertengahan Januari 2025 sempat didorong oleh optimisme investor terhadap pemerintahan pro-kripto yang dianggap menguntungkan Ripple. Dalam periode yang sama, alamat aktif harian sempat melonjak 432,6 persen.

Namun, tren ini ternyata tak bertahan lama. Kenaikan tajam dan realized capitalization, dari US$ 30,1 miliar ke US$ 64,2 miliar, sebagian besar datang dari modal baru yang masuk dalam waktu singkat. Data dari Glassnode menunjukkan bahwa 62,8 persen dari nilai kapitalisasi realisasi XRP kini dimiliki oleh investor yang masuk selama fase spekulatif ini.

Artinya, mayoritas pemegang baru memiliki posisi beli di harga tinggi, yang membuat mereka lebih rentan terhadap koreksi harga.

Tanda-Tanda Tekanan Mulai Muncul

Sejak akhir Februari, antusiasme investor mulai surut. Rasio Realized Profit/Loss terus menurun sejak Januari, yang menunjukkan semakin banyak investor yang menjual dalam kondisi rugi, salah satu sinyal awal penurunan kepercayaan pasar.

Jika tren ini digabungkan dengan merosotnya aktivitas jaringan, besar kemungkinan sebagian pemegang baru kini sedang berada ‘di bawah air’ alias rugi dan rawan panic selling.

XRP sendiri sempat turun di bawah level psikologis US$ 2 setelah pasar global terguncang akibat kebijakan tarif besar-besaran dari Presiden Donald Trump. Namun, harga token sudah sempat pulih, naik 5 persen secara intraday, dan kini diperdagangkan di US$ 2,13.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.