Alamat Bitcoin yang Memiliki Minimal Satu Satoshi Telah Melonjak Jumlahnya

Meski dilanda tekanan koreksi yang cukup menganggu sejak beberapa minggu, Bitcoin (BTC) tampaknya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor crypto.

Diketahui, jumlah alamat dompet Bitcoin yang menampung lebih dari satu Satoshi kini telah melampaui angka 40 juta. Satu Satoshi setara dengan 0,00000001 BTC dan merupakan unit transaksi terkecil yang dicatat di blockchain. Sebagian besar alamat yang mengalami peningkatan nyata pada tahun 2021 memiliki maksimum 0,01 BTC. 

Mekanisme separuh (halving) Bitcoin memiliki efek besar pada harga BTC selama bertahun-tahun. Penambang Bitcoin menerima BTC yang semakin sedikit sebagai hadiah blok untuk memvalidasi transaksi.

Hadiahnya dimulai sebagai 50 BTC per blok yang divalidasi, dengan jumlah Bitcoin yang diberikan menjadi setengahnya setiap 210.000 blok yang diselesaikan.

Jumlah Bitcoin yang diberikan per blok pasca Halving adalah dari 12,5 BTC pada 9 Juli 2016, menjadi 6,25 BTC pada 11 Mei 2020. Karena penambangan sangat memakan biaya, harga BTC harus tetap terjaga karena lebih sedikit hadiah yang dibagikan per blok.

Sekitar 20 juta alamat sekarang memiliki setidaknya 0,001 BTC, naik hampir 100% sejak 2019 ketika 11,5 juta alamat memiliki jumlah yang sama. Bahkan ada peningkatan 100.000 dalam jumlah alamat yang memiliki hingga 10 BTC jika dibandingkan dengan 2019.

Hampir 10 juta alamat sekarang menampung maksimum 0,01 BTC. Ini adalah peningkatan 34% dari 7.305.539 menjadi 9.848.972 sejak 2020, dan hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan 5.530.858 alamat pada 2019.

Dari angka-angka ini, investor ritel kemungkinan paling bertanggung jawab atas lonjakan alamat yang menyimpan hingga 0,01 BTC.

Alamat yang memiliki setidaknya 10.000 BTC kemungkinan merupakan dompet kustodian, karena perusahaan besar dan investor institusi kaya tidak mungkin berurusan dengan kunci pribadi, menunda tanggung jawab itu ke bursa terpusat.

Perlu dicatat bahwa alamat tidak sama dengan pengguna, karena pengguna dapat memiliki beberapa alamat, terkadang untuk meningkatkan keamanan saat bertransaksi.

Oleh karena itu, kehati-hatian harus dilakukan ketika mencoba mengekstraksi wawasan dari angka-angka ini. Apa yang bisa dikatakan adalah ada pertumbuhan keseluruhan dalam kepemilikan BTC.

Alamat sendiri tidak dapat memberi tahu kami siapa yang mendorong peningkatan, meskipun alat forensik tersedia untuk menghubungkan alamat dengan jenis aktivitas tertentu.

Pada akhirnya, Bitcoin tetap masih menjadi apa yang diidamkan para pemain di industri crypto sehingga prospek jangka panjangnya tetap terlihat menarik. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis