CryptoHarian

Alan Santana: Bitcoin Bakal Mengalami Anjlok Dahsyat Pada Bulan Ini

Cryptoharian – Baru-baru ini, harapan besar akan pemulihan Bitcoin (BTC) muncul di tengah turunnnya harga berkelanjutan. Namun, analis bernama Alan Santana seakan menjatuhkan harapan tersebut, lantaran hasil analisanya.

Berdasarkan hasil risetnya pada Minggu (23/6/2024), ia memperingatkan para investor terkait Bitcoin yang bakal mengalami anjlok dahsyat, sebelum bisa masuk ke fase pemulihan.

Melansir dari finbold.com, Santana dalam hal ini menggunakan pola historis untuk membuat prediksinya. Dia mencatat bahwa setelah Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dibutuhkan 48 hari untuk mencapai titik rendah utama.

“Berdasarkan pola ini, dua tanggal potensial untuk penurunan besar berikutnya, yakni 8 Juli 2024 dan 25 Juli 2024,” ungkap Santana.

Namun dalam hal ini, Santana lebih condong ke 8 Juli lantaran mengingat waktu ketika Bitcoin mencapai titik tertinggi baru.

Berdasarkan data dari TradingView, Santana mencatat bahwa lonjakan harga setelah penurunan 1 Mei berakhir pada 21 Mei. Lebih tepatnya, ia mengarah pada prediksi tanggal 8 Juli 2024.

“Jika titik tinggi terakhir terjadi pada 7 Juni 2024, maka titik terendah utama bisa bergeser ke 25 Juli 2024,” ujarnya.

Baca Juga: Michael van de Poppe: Bitcoin Akan Turun Lebih Dalam!

Santana juga memperingatkan tentang kemungkinan penurunan besar di pasar. Pasalnya, ada penutupan bearish di pasar konvensional seperti saham dan emas.

“Tapi saya tetap optimis, setelah penurunan ini akan ada peluang beli besar bagi investor jangka panjang,” kata Santana.

Ia lebih condong pada 8 Juli 2024, lantaran hari tersebut muncul jika mempertimbangkan kapan Bitcoin mencetak titik tinggi terbarunya.

“Setelah titik rendah tercapai, akan ada peluang beli besar untuk pertumbuhan jangka panjang. Tapi pertama-tama, kita harus melewati penurunan terakhir,” paparnya.

Santana juga menekankan bahwa harga Bitcoin yang tinggi bisa menjadi hambatan psikologis bagi sejumlah investor. Pasalnya, beberapa investor mungkin enggan membayar US$ 70.000 untuk satu Bitcoin, karena dianggap terlalu mahal.

“Meskipun secara tidak langsung mempengaruhi analisis teknis, faktor psikologis ini berperan dalam perilaku dan sentimen pasar,” pungkas Santana.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, mohon simak disclaimer di bawah artikel.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.