Alasan Kenapa Bitcoin dan Ethereum Masih Stagnan?

Bitcoin dan Ethereum yang sebelumnya telah membentuk level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru saat ini tengah mencoba bangkit dari penurunan hebat yang terbentuk tepat setelah ATH baru tercipta.

Penurunan hebat yang mendepresiasi nilai keduanya hingga lebih dari 45% telah menciptakan kepanikan, yang hampir mirip seperti tahu 2018 lalu.

“Hanya BTFD (Buy The Fxxx Dip) !” seru para penggemar crypto dalam menyikapi kondisi pasar saat ini.

Tetapi sekitar dua bulan kemudian, Bitcoin dan Ethereum masih belum pulih. Sejak 1 Mei, Bitcoin dan ETH masih dalam kondisi merah menurut indeks harga CoinGecko. Dua minggu pertama bulan Juli tidak membawa banyak kelegaan: Bitcoin turun 8% dan ETH turun 14%.

Apa yang membuat kedua crypto utama ini stagnan? Berikut adalah beberapa faktor penyumbang terbesar di balik penurunan, dan mengapa masih belum dapat menemukan pijakan.

Masalah lingkungan yang sudah berlangsung lama seputar penggunaan energi penambangan Bitcoin membuat China mengintensifkan tindakan kerasnya terhadap para penambang awal tahun ini. Itu bagian dari janji China untuk mengurangi emisi karbonnya, dimana negara ini berharap untuk mencapai “netralitas karbon” pada tahun 2060.

Provinsi Anhui, Henan, Gansu, Qinghai, Mongolia Dalam, Sichuan, Yunnan, dan Xinjiang semuanya telah memberlakukan pembatasan baru pada industri pertambangan, dan sebagian besar kekuatan komputasi global di belakang Bitcoin tampaknya bergerak ke barat sebagai hasilnya.

Baca Juga: Analis: Target Harga BTC Untuk Medium Term

Baca Juga: Apa Itu Trading? Halal? Definisi, Jenis, Resiko, dan Keuntungan

Baca Juga: Analisa Teknikal 15 Juli: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

Startup crypto China juga mempertimbangkan apakah akan meninggalkan negara itu di tengah perkembangan yang tidak bersahabat baru-baru ini.

China telah mendominasi industri pertambangan global selama dekade terakhir, berkat pasokan batu bara murah dan pembangkit listrik tenaga air yang melimpah. Beberapa pool pertambangan China telah kehilangan lebih dari sepertiga daya mereka setelah pemerintah Sichuan memutus pasokan energi penambang lokal.

Kampanye pemerintah terhadap penambang adalah salah satu alasan utama mengapa global hashrate telah terus menurun.

Cuitan Elon mengenai emisi karbon BTC dan membuatnya menahan pembayarannya di Tesla juga turut andil dalam menekan harga crypto.

Tekanan dari berbagai negara besar pun juga menjadi acuan negatif pada pasar, yang membuat Bitcoin dan Ether sulit bertumbuh, meski adopsinya terus meningkat.

Kejahatan Ransomware pun tak kalah ambil bagian karena para peretas memilih meminta tebusan dalam bentuk crypto, yang tentu menciptakan pandangan negatif dari pasar terhadap crypto.

Ada banyak sekali PR besar yang harus diselesaikan Bitcoin dan Ether untuk mengembalikan pandangan positif pasar agar mampu bangkit dan membentuk level tertinggi baru. Sehingga, kita harus terus pantau setiap perkembangannya agar tidak terseret dalam kepanikan. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis