CryptoHarian

Alasan Utama Kenapa Harga Bitcoin dan Pasar Cryptocurrency Turun

Cryptoharian – Di tengah keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh sebagian besar negara di dunia, aset kripto merupakan salah satu yang terkena imbasnya. Seorang analis kripto papan atas, Michael van de Poppe menyatakan bahwa minyak, gas alam, dan semua komoditas turun secara besar-besaran hingga angka 5-7%. 

“Resesi dan ketakutan ekonomi di seluruh pasar,” ungkap Poppe melalui laman Twitternya, Jumat (24/9/2022).

Poppe menambahkan, hal-hal tersebutlah yang menandakan bahwasanya dunia akan segera mengakhiri kebijakan FED, dan mata uang lainnya akan menguat terhadap Dollar.

“Hal ini berarti dunia akan segera mengakhiri kebijakan FED. Selain itu, mata uang lainnya akan menguat terhadap Dollar. Kripto akan kembali naik,” ujarnya.

Dalam postingan terbarunya, ia mengatakan kepada followernya, secara keseluruhan mereka telah memasuki tahap di mana imbal hasil 2 tahun dan 10 tahun mendekati tahap akhir, karena sebagian besar telah ditentukan harganya sekarang.

“FED lebih buruk minggu ini. Namun bisa juga menjadi relatif murah saat kita yang bicara,” kata Poppe.

Inflasi yang tinggi dan sulit ditekan merupakan alasan utama The Fed menaikkan suku bunga. Semenjak kenaikan suku bunga dimulai pada Maret 2022, Bitcoin dan pasar kripto hampir keseluruhan telah mengalami koreksi.

Baca Juga: Ekonom yang Prediksi ‘Kehancuran Ekonomi’ 2008 Minta Dunia Bersiap dengan Resesi Buruk Berkepanjangan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Rebound

Baca Juga: Analis Sekaligus Penulis Sarankan Hal Berikut Untuk Jadi Investor BTC ‘Sober’ 

Ketika kebijakan moneter atau metrik yang mengukur kekuatan ekonomi bergeser, aset berisiko cenderung memberi sinyal, atau bergerak lebih awal dari ekuitas. Di tahun 2021, The Fed mulai mengisyaratkan rencananya untuk menaikkan suku bunga pada akhirnya. Dari sanalah, data menunjukkan harga Bitcoin terkoreksi tajam pada Desember 2021. 

Jika inflasi mulai menurun, kesehatan ekonomi membaik, atau The Fed mulai memberi sinyal poros dalam kebijakan moneternya saat ini, aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin dapat kembali normal dengan mencerminkan kembalinya risiko. 

Kendati demikian, sebagian besar yang memengaruhi penurunan harga di pasar kripto didorong oleh kebijakan Federal Reserve. Hal ini, berarti kekuatan Fed untuk menaikkan, menjeda, atau menurunkan suku bunga akan terus berdampak langsung pada harga Bitcoin, harga ETH, dan harga altcoin.

Sementara itu, selera investor terhadap risiko kemungkinan akan tetap teredam untuk beberapa waktu kedepan. Selain itu, calon pedagang kripto mungkin mempertimbangkan untuk menunggu tanda-tanda bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya dan Federal Reserve mulai menggunakan bahasa yang mengindikasikan dovish. [St]

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.