Cryptoharian – Pasar kripto mengalami lonjakan tajam pada pertengahan pekan, dipimpin oleh Dogecoin, Ethereum dan sejumlah altcoin besar. Bitcoin pun ikut terdorong, menembus US$ 109.600 yang merupakan level tertingginya dalam tiga minggu terakhir.
Lonjakan ini datang di tengah optimisme investor terhadap adopsi aset digital, serta sinyal dovish dari regulator dan pembuat kebijakan global.
Dogecoin (DOGE) memimpin reli koin meme dengan lonjakan lebih dari 8 persen dalam 24 jam, diperdagangkan di kisaran US$ 0,171. Ini menandai pemulihan signifikan dari penurunan harga dalam sebulan terakhir, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai kripto terbesar kedelapan berdasarkan kapitalisasi pasar.
Sementara itu Ethereum menembus level US$ 2.590, juga naik hampir 8 persen dalam 24 jam terakhir, menurut data dari Coingecko.
Untuk Bitcoin (BTC), aset ini kini berada di kisaran level US$ 109.000, naik lebih dari 3 persen sejak hari Selasa (1/7/2025). Ini adalah pertama kalinya BTC melampaui US$ 109.000 sejak tiga minggu lalu, bahkan sempat menyentuh US$ 109.600. Namun, performa altcoin justru lebih menonjol.
“Bitcoin hari ini duduk di kursi penumpang, altcoin yang memimpin reli,” ujar kepala riset Grayscale, Zach Pandl seperti dilansir dari decrypt.co.
Pandl menilai bahwa persetujuan produk ETP (exchange-traded product) baru-baru ini membantu meningkatkan keyakinan investor bahwa modal institusi dari TradFi (keuangan tradisional) mulai mengalir ke altcoin.
Menurut Pandl, meningkatnya kejelasan regulasi di Amerika menjadi faktor utama yang menarik lebih banyak pengguna dan modal ke ekosistem kripto. Ia menambahkan bahwa meskipun valuasi aset kripto masih dalam kisaran sempit, banyak token berpotensi mencetak harga tertinggi baru di paruh kedua 2025.
Baca Juga: Bitcoin Bisa Anjlok Lagi? Ini Peringatan dari Justin Bennett
Selain itu, pasar juga didorong oleh sentimen dovish dari pejabat The Fed, yang memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks saham seperti Nasdaq dan S&P 500 juga menunjukkan performa positif, mencetak rumor baru meskipun hanya naik tipis di akhir sesi Rabu (2/7/2025).
Ada dua hal yang menjadi katalis tambahan. Pertama, yakni Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan Vietnam, yang membuka akses baru bagi produsen Amerika. Kedua, yakni Ripple mengonfirmasi telah mengajukan permohonan izin bank nasional ke Office of the Comptroller of the Currency (OCC). Ini memperkuat langkahnya ke sektor pembayaran terlisensi.
Namun di balik euforia, ketidakpastian makroekonomi masih membayangi. Anggaran Trump tertahan di DPR, negosiasi dagang dengan China masih macet, dan konfilik Ukraina serta Timur Tengah belum mereda.
Di satu sisi, aliran dana beralih ke ETF spot Bitcoin tercatat negatif pada Selasa, mengakhiri 15 hari berturut-turut arus masuk positif, tanda bahwa sebagian investor tetap berhati-hati.
“Ini bukan pergeseran fundamental besar, lebih ke perubahan posisi dan sentimen yang mendapat angin. Pasar sedang fokus pada peluang pelonggaran moneter dan ketahanan BTC di atas support utama,” ujar Joe DiPasquale, CEO BitBull Capital.
Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa resiko makro belum hilang meski untuk saat ini pasar lebih price in potensi naik daripada potensi turun.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.









