Analis: Adopsi Bitcoin El Salvador Mungkin akan Meningkatkan Harga BTC

Perkembangan undang-undang untuk Bitcoin di El Salvador sangat menjadi sorotan, karena ini adalah adopsi negara pertama untuk menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang sah.

Seiring waktu, pergerakan crypto utama masih terlihat positif dengan tetap mencoba membentuk High baru dalam tiap langkahnya, bahkan pada awal pekan ini.

Dalam pandangan teknikal, Fundstrat Global Advisor memperkirakan level Resistance Bitcoin berikutnya akan berada di $58.000, setelah menembus level Resistance dan psikologis $50.000.

Sementara itu, pasar mengkhawatirkan perubahan moneter yang akan datang di El Salvador dengan mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, yang secara resmi akan berlaku hari ini (7 September).

Beberapa suara menyarankan bahwa tindakan tersebut akan lebih merangsang adopsi mata uang virtual terbesar ini, sementara momen yang berkembang di media sosial mendesak orang untuk membeli sejumlah kecil Bitcoin ($30 BTC) untuk merayakan tender legal token yang akan datang, menurut Laporan Bloomberg awal pekan ini.

Pada tanggal 7 September, negara ini telah membeli 200 BTC dan akan membeli lebih banyak lagi menurut Presiden El Salvador, Nayib Bukele.

Setelah ada pengumuman tersebut, harga Bitcoin langsung menembus $52.000. Sebelum ini, BTC sudah kesusahan menembus level ini.

Pada saat pers, harga BTC berada di $52.700-an, naik 2% dalam 24 jam.

Baca Juga: CEO: Pasar Kripto Jauh dari Potensi Gelembung

Baca Juga: Analisa Teknikal 6 September MATIC, DOT dan LTC

Namun, warga El Salvador setempat tetap skeptis terhadap implementasi Bitcoin. Sebuah jajak pendapat pada bulan Juli menunjukkan bahwa lebih dari 75% penduduk lokal kurang percaya diri dalam perubahan kebijakan moneter yang akan datang.

Di sisi lain, pengamat khawatir tentang bagaimana faktor politik dapat mempengaruhi konsistensi implementasi token di masa depan.

Selama akhir pekan lalu, pengadilan tinggi El S alvador tampaknya membayar jalan dan menghapus hambatan politik bagi Nayib Bukele untuk menjalankan kampanye masa jabatan ke-2 kepresidenannya, menurut laporan Reuters .

Pengumuman putusan dari Mahkamah Agung setempat memungkinkan presiden negara itu untuk menjabat dua periode berturut-turut.

Konstitusi meminta kursi kepresidenan membutuhkan satu dekade kekosongan  sebelum dipilih kembali, menurut putusan pada tahun 2014. Dengan kata lain, Nayib Bukele akan menikmati legitimasi untuk memiliki hak untuk “mencalonkan diri untuk pemilihan kembali pada tahun 2024.”

Meski banyak pertentangan dari warga yang masih khawatir akan volatilitas Bitcoin, tampaknya ini hanya masalah waktu sampai mereka benar-benar teredukasi.

Tentu saja, langkah ini akan mendasari adopsi yang besar untuk Bitcoin, sehingga langkah menuju bulan kemungkinan akan terdasari olehnya. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis