Analis Crypto Sebut Skenario Bullish Kripto Untuk Bitcoin Berpotensi Melesat Hingga US$30.000

Cryptoharian – Saat ini, Bitcoin (BTC) dan pasar kripto sedang mencoba membangun pemulihan, mengikuti data inflasi AS yang lunak dan meningkatkan selera risiko investor ke aset digital.

Belum lama ini, seorang analis kripto terkemuka mengemukakan pendapatnya, bahwa harga BTC dapat melesat 50 persen jika memenuhi syarat tertentu.

Analis tersebut bernama Justin Bennett, yang membagikan pandangannya di channel Youtube-nya, dengan jumlah subscriber sebanyak 11.100. Justin menjelaskan, Bullish pada harga Bitcoin berpotensi berlanjut jika harga mampu ditutup dan bertahan di atas level US$24.200, yang akan membuat level Resistance baru di kisaran US$25.000.

Apabila harga mampu melewati Resistance baru tersebut, maka target kenaikan selanjutnya adalah sekitar US$26.500. Tentunya harga BTC akan kembali menghadapi Resistance baru, yang kali ini berada di level psikologis yakni pada angka US$30.000 untuk melesat sekitar 46% dari harga saat ini, ke target $38.000.

“Jadi jika kita dapat melihat Bitcoin merebut kembali dua level yang saya sebutkan dan mulai bergerak lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang, maka inilah dua area utama yang saya perhatikan selama beberapa minggu mendatang,” ungkap Justin lewat chanel Youtube-nya, Sabtu (13/8/2022).

Justin mengatakan, area pertama datang tepat di sekitar US$30.000. Hal ini, lantaran konsolidasi yang menurutnya terlihat di bulan Mei. Ia mengklaim, US$30.000 akan menjadi area yang sangat besar untuk Bitcoin. Di atas itu, para investor maupun trader memiliki pertemuan Resistance naik sekitar US$38.000.

“Tetapi sekali lagi, Bitcoin harus melampaui dua level yang saya sebutkan. Jadi US$23.450 dan juga US$24.200 pada basis penutupan harian untuk benar-benar mengonfirmasi penembusan dan mengatur pasar untuk level ini,” ujarnya.

Hal utamanya, lanjutnya, adalah tingkat inflasi AS tetap akan memegang peran penting dalam proses pergerakan harga teknikal ini, yang memengaruhi selera risiko dan sudut pandang investor.

“inflasi yang lebih rendah berarti kenaikan suku bunga yang kurang agresif, yang berarti pasar bullish,” kata Justin.

Selain itu, membahas data inflasi yang rilis pekan kemarin, Justin mengatakan bahwa data inflasi yang turun ke 8,5 % dapat menunjukkan bahwa inflasi AS telah mencapai puncak.

“Jadi jika pasar percaya bahwa ini adalah inflasi puncak, itu bisa menjadi Bullish untuk pasar kripto, serta pasar saham,” pungkas Justin. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.