Analis Klaim Bitcoin (BTC) Dapat Turun Sebesar 30 Persen Sebelum Memulai Tren Naik

Cryptoharian – Pasar kripto harus kembali mengalami kemunduran, pasca The Fed melontarkan dan mulai menaikkan suku bunga, yang berujung pada merosotnya sejumlah harga aset karena tekanan jual.

Menilik dari tren yang kembali bearish ini, ada sejumlah pibak yang menyatakan bahwa Bitcoin masih belum menemukan Bottom. Bahkan, saat merge Ethereum analis memperkirakan penurunan harga untuk Bitcoin. Mengikuti pergerakan pasar masa lalu, penurunan harga BTC menyebabkan altcoin anjlok dan sebaliknya. Analisis ini tidak seperti yang diharapkan investor.

Seorang analis di Twitter, il Capo of Crypto mengatakan pada 517.100 followernya bahwa dirinya merasa yakin dengan skenario pump cepat ke US$23.000 di BTC, dan 1800 di ETH. Dari sana, akan disusul aksi dump besar.

“Saya merasa percaya diri dengan skenario pump cepat ke US$23.000 di BTC dan US$1.800 di ETH dan dump besar dari sana. Waktu akan menjawab,” ungkap Capo, Jumat (16/9/2022).

Sebelumnya pun, ia juga membagikan opini bahwasanya US$23.000 tersebut merupakan semacam magnet. Dirinya percaya jika BTC mungkin bisa jatuh antara US$16K hingga US$14K, sebelum rebound. Capo percaya bahwa harga ini, yang menunjukkan penurunan harga 21% dan 31%, akan menjadi target penurunan utamanya jika level support utama turun.

Capo menyatakan, bahwa harga ini dapat menyebabkan Bitcoin mencapai titik terendah ke tingkat harga yang diprediksi. Analisa harga BTC baru-baru ini, lanjutnya, berada di US$20.122,54 dari titik tertingginya pada bulan Agustus. Hasilnya menunjukkan kerugian 10%, yang mengarah ke prediksi berikutnya bahwa Bitcoin mungkin menargetkan level resistance antara US$22.500 dan US$23.000.

Sementara itu melansir dari cryptoglobe, Robert Kiyosaki yang merupakan penulis “Rich Dad Poor Dad”, mengatakan bahwa investor perlu masuk ke kripto menjelang kehancuran ekonomi terbesar dalam sejarah dunia.

Ia meramalkan bahwa kehancuran terbesar dalam sejarah dunia akan datang. Menurutnya, pasar beruang adalah waktu terbaik bagi investor untuk mengumpulkan kekayaan karena harga aset lebih rendah.

Kendati demikian, Kiyosaki juga menambahkan bahwa harga aset jatuh, saat dia berada dalam posisi tunai menunggu untuk mengambil penawaran, terutama di real estat dan bitcoin. 

“The Fed dan Treasury AS menghancurkan dolar AS, yang ia catat mengarah pada penerimaan arus utama keuanan kripto yang tidak dikendalikan oleh entitas pusat,” pungkas Kiyosaki. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.