Analis: Penambang ETH Menghasilkan $ 900K Per Jam

Akun twitter Glassnode menulis cuitan tentang penghasilan para penambang ETH rata-rata mencapai $ 800K per jam pada tanggal 2 September. Sebelumnya, penambang ETH menghasilkan $ 500K per jam. Artinya ada kenaikan sebesar $ 300K.

Adapun cuitan tersebut berbunyi : “Rata-rata pendapatan penambang #Ethereum dari biaya telah melonjak menjadi $ 800.000 per jam dalam 24 jam terakhir.”

Lanjutkan dengan cuitan : “Penambang #Ethereum memperoleh lebih dari $ 500.000 USD dalam biaya transaksi dalam satu jam terakhir. Itu adalah rekor tertinggi baru untuk satu jam (tidak termasuk biaya transaksi yang tidak wajar awal tahun ini).”

Berapa Puncaknya?

Dikutip dari Ethereumworldnews, Penambang ETH sempat menikmati nilai puncak $ 900K per jam dalam kesempatan ini.

Etherscan menyampaikan, transaksi di Uniswap mencapai $ 550K, sementara dalam waktu yang bersamaan juga terjadi transaksi di Tether sebesar $ 260K. Hal ini menunjukkan Uniswap dan Tether memimpin transaksi dalam ETH.

Posisi ketiga disusul dengan total jumlah transaksi sebesar $ 66K, kemudian posisi keempat dengan $ 54K. Kemudian ada SushiSwap yang bertengger di posisi kelima dengan total transaksi $ 42K.

Setiap transaksi harus dikonfirmasi oleh penambang. Karena DeFi-boom, transaksi di blockchain Ethereum sangat mahal. Untuk mentransfer Rp 1.5 juta dalam bentuk ETH, pengirim harus membayar biaya transaksi sebesar Rp 100 ribu senilai ETH.

Minat yang tinggi pada DeFi di jaringan Ethereum memberikan dampak yang positif pada harga ETH. Melihat nilai sebelumnya yaitu $ 500K, dan kini di $ 800K ternyata tak membuat pasar kripto terhindar dari kemunduran besar akibat Bitcoin.

Bitcoin mengalami penurunan nilai dari $ 12.000 menjadi $10.000-an dalam dua hari terakhir. Dan, semua altcoin sedang mengalami warna merah seperti gambar di bawah ini dari Coin360.

Ethereum saat ini diperdagangkan di $320 di Binance dan Rp 4.8 juta di Indodax. Dengan adanya DeFi Boom, ETH masih bisa bangkit kembali seperti beberapa hari yang lalu dimana harga mencapai Rp 6.8 juta. Namun, seperti semua altcoin, nasib Ethereum juga bergantung sekali dengan nasib Bitcoin.

Secara fundamental, masih banyak analis yang merasa bullish terhadap Bitcoin. Koreksi sebanyak 30% adalah hal yang sangat normal di Bitcoin.

Berdasarkan semua analisis terhadap Ethereum, trader dan investor disarankan untuk menggunakan stop loss yang memadai dan leverage rendah saat memperdagangkan ETH di berbagai platform derivatif.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.