CryptoHarian

Analis Sebut Bitcoin Lagi Cari Pijakan Support di Tengah Volatilitas, Ini Level yang Perlu DIperhatikan!

Cryptoharian – Bitcoin (BTC), yang merupakan mata uang kripto terkemuka di dunia sedang menjalani tantangan dalam lingkungan pasar yang sulit saat ini. Karena penurunan harga yang terbaru saat ini menunjukkan posisinya yang berada di kisaran US$ 29.800, banyak investor mulai was-was akan terjadinya koreksi besar. 

Menanggapi penurunan ini, seorang analis bernama Daan the Crypto Trades di Twitter mengklaim bahwa saat ini Bitcoin sedang mencari support di dasar kisaran harga (MA/EMA) 4 jam. Ia menyatakan, ada dua level kritis sedang harus diperhatikan dengan cermat dalam jangka pendek.

“Sejauh ini, rebound belum terlalu meyakinkan, dan kerangka waktu yang lebih rendah sangat volatil. US$ 30.500 dan US$ 29.500 tetap menjadi tingkat minat saya dalam jangka pendek,” ungkap Daan.

Ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) mungkin menghadapi tantangan signifikan sebelum penutupan tahun 2023.

Baca Juga: CryptoQuant: Pemerintah AS Kembali Jual Bitcoin Hasil Sitaan Silk Road  

“Stagnasi Bitcoin baru-baru ini di sekitar tingkat harga US$ 30.000 dapat menjadi indikasi kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan yang akan datang,” ujarnya.

Kendati kripto utama telah mengalami peningkatan sebesar 100 persen dari level terendah 2022, McGlone percaya bahwa kemungkinan akan mengalami penurunan harga sebelum dapat memperoleh keuntungan lebih lanjut. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa Indeks Saham Nasdaq 100 (NDX) saat ini telah mengungguli BTC.

Menurutnya, jika menerawang pada paruh kedua tahun ini (2H), McGlone memprediksi bahwa Bitcoin dapat menurun karena angin sakal yang disebabkan oleh deflasi. Hal ini, ditandai dengan penurunan harga barang dan jasa, kehilangan pekerjaan dan hasil investasi yang buruk.

“Sementara pantulan sekitar 100 persen dari level terendah 2022 menjadi sekitar US$ 30.000 pada 19 Juli menggembirakan untuk Bitcoin, jika ingin naik 2 kali lagi mungkin memerlukan fondasi yang sama, yaitu, koreksi yang signifikan,” kata McGlone. 

Dalam grafik yang ia posting, ia menggambarkan situasi yang memprihatinkan, yakni reli aset risiko pada tahun 2023 belum didukung baru-baru ini oleh aset ‘kuda tercepat’.

McGlone mengakui bahwa persetujuan aplikasi exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin BlackRock dapat meningkatkan prospek Bitcoin. Namun, dia tidak memperkirakan keputusan terkait proposal tersebut terwujud pada tahun 2023.

“Masuknya BlackRock ke dalam permainan aplikasi ETF Bitcoin sekitar sebulan yang lalu mungkin telah memicu reli short-covering yang mirip dengan dampak futures pada tahun 2017 dan ETF berbasis futures pada tahun 2021. Namun, tidak mungkin peluncuran ETF akan terjadi pada tahun 2023, karena Bloomberg Economics mengantisipasi ekonomi AS untuk condong ke arah resesi di 2H,” pungkas McGlone.

Berita Bitcoin: Ahli Strategi Defi Pesimis dengan Bitcoin ETF Spot Oleh BlackRock, Ini yang Disampaikan

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.