Pasar crypto terlihat bergerak volatil di awal Tahun 2024 bersama dengan adanya rumor dan kabar yang beredar terkait ETF Bitcoin dan beberapa crypto lainnya.
Hasilnya saat ini banyak investor dan trader yang memiliki perbedaan pendapat apakah harga akan lanjut naik di 2024 atau justru bergerak turun.
Dalam artikel ini akan diberikan analisis mengenai lima crypto yang sedang tenar dengan kapitalisasi pasar tinggi untuk membantu analisis investor dan trader dalam menentukan potensi pergerakan di awal 2024.
- Bitcoin (BTC)
Pertama adalah Bitcoin yang saat ini sedang menunggu nasib ETF apakah akan disetujui atau tidak pada pekan depan.
Kabar ini dianggap pasar akan menjadi penentu arah pergerakan Bitcoin menuju halving di paruh pertama 2024, sehingga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Menunggu kabar ini, harga Bitcoin sudah bergera naik dan turun secara drastis yang membuat kekhawatiran baru akan menipisnya potensi apresiasi harga lanjutan.
Grafik Pekanan BTCUSD
Dari grafik pekanan, terlihat bahwa harga sudah naik signifikan sejak beberapa bulan terakhir terutama di akhir 2023 kemarin.
Saat ini harga mulai konsolidasi dalam zona volume beli yang jenuh ditambah dengan adanya pola konsolidasi yang umumnya menandakan ketidakpastian.
Pola ini adalah segitiga simetris yang umumnya menjadi pertanda sebelum suatu aset bergerak ke satu arah yang jelas. Pergerakan ini masih menunggu kabar ETF apakah disetujui, ditolak, atau ditunda, karena akan mempengaruhi harga apakah akan naik lagi atau koreksi signifikan.
Kemungkinan besar jika ETF ditolak, maka akan ada koreksi ke daerah $40.000 hingga $36,000 yang kemungkinan akan memicu pergerakan koreksi lanjutan hingga halving tiba.
Berita Bitcoin: Bahaya! Penasehat Keuangan Tidak Yakin Persetujuan ETF Bakal Direaliasikan Tahun Ini
Pergerakan ini umum terjadi pada siklus-siklus halving sebelumnya, sehingga sangat wajar jika prediksi ini benar. Tapi ada kemungkinan juga ETF disetujui dan harga Bitcoin naik kembali bahkan mencapai daerah $50.000 namun butuh waktu beberapa pekan ke depan.
- Ethereum (ETH)
Kedua adalah Ethereum yang umumnya mengikuti pergerakan Bitcoin. Namun, pada saat ini kemungkinan ada pergerakan yang berbeda karena belum adanya sentimen positif baru terkait ETH.
Saat ini pasar terlihat terlalu fokus pada Bitcoin sehingga altcoin besar seperti Ethereum masih terlihat tertinggal dan belum memiliki potensi pergerakan apresiasi baru.
Bahkan, di grafik pekanan, terlihat bahwa ETH sedang membentuk pergerakan koreksi yang membawanya keluar dari zona apresiasinya sejak akhir 2024.
Grafik Pekanan ETHUSD
Terlihat bahwa jika batas bawah pada $2.129 berhasil ditembus, ada kemungkinan ETH akan kembali bergerak turun ke daerah $1.560 yang telah menjadi batas bawah kuat sejak 2023 lalu.
Untuk saat ini potensi apresiasi harga masih belum terlihat ditambah dengan volume beli yang mulai jenuh. Jika ingin kembali bergerak naik, ETH harus melewati daerah $2.515 yang kemungkinan dapat membawanya kembali naik ke daerah $3.000.
- Solana (SOL)
Ketiga adalah Solana yang dianggap akan menjadi primadona di bull market yang akan datang akibat banyaknya inovasi serta proyek baru yang meramaikan volume transaksi pada jaringannya.
Kemungkinan besar untuk saat ini pandangan terhadap SOL masih positif, namun masih ada kemungkinan harganya akan bergerak turun. Hal ini disebabkan SOL sedang berada dalam pola apresiasi namun sedang mengalami koreksi untuk menyentuh batas bawah zona pola apresiasi tersebut.
Grafik Pekanan SOLUSD
Ditambah lagi, untuk saat ini terlihat bahwa SOL sedang membentuk pola negatif dimana harga nya membentuk pola bearish sehingga berpotensi bergerak turun ke batas bawahnya.
Selama batas bawah pada $70 masih terjaga, ada kemungkinan SOL akan terus bertahan kuat dalam apresiasi harganya. Tentu dengan target tersebut, untuk saat ini ada kemungkinan koreksi signifikan, sehingga investor bisa bersiap untuk membeli jika ingin menambah SOL dalam portofolionya.
Konfirmasi saat ini diperkuat dengan kondisi volume beli yang mulai jenuh sehingga umumnya menandakan potensi koreksi.
- Binance Coin (BNB)
Keempat adalah BNB yang saat ini sedang berusaha bergerak naik setelah kasus CEO Binance, CZ, mulai mereda dan diganti oleh CEO baru.
Terlihat bahwa saat ini sentimen positif terhadap BNB kembali meningkat karena sejak akhir 2023, harga BNB sudah mulai bergerak naik.
Grafik Pekanan BNBUSD
Kemungkinan besar saat ini sayangnya pola apresiasi tersebut belum akan membentuk pergerakan naik yang signifikan dan jelas, karena kemungkinan besar dalam beberapa bulan ke depan BNB akan kembali bergerak dalam konsolidasi.
Batas atas saat ini berada pada $349 yang membentuk zona supply atau zona jual dengan batas atas yang lebih tinggi pada $400. Artinya jika harga menyentuh daerah di antara kedua harga tersebut, ada kemungkinan BNB akan kembali bergerak turun.
Sebaliknya, saat ini BNB memiliki zona demand atau zona batas bawah pada $201 hingga $261 yang menjadi tempat pembelian apa bila harga menyentuh daerah tersebut. Batas bawah ini telah kuat menjaga BNB di 2023 sehingga kemungkinan akan kuat juga di 2024.
- Arbitrum (ABR)
Terakhir adalah Arbitrum yang masih memiliki volume transaksi tertinggi dibandingnkan blockchain lapisan dua lainnya. Hal ini disebabkan mayoritas pengguna Ethereum masih menggunakan Arbitrum untuk transaksi lebih cepat, sehingga secara langsung ARB digunakan untuk biaya transaksi dan meningkatkan volume transaksinya.
Untuk saat ini belum ada sentimen positif signifikan baru untuk ARB sehingga kemungkinan besar harganya masih akan bergantung pada kegunaannya yang saat ini masih terlihat positif.
Grafik Pekanan ARBUSD
Terlihat bahwa saat ini ARB sudah membentuk harga tertinggi baru dan kemungkinan akan terus bergerak naik apa bila kondisi pasar masih positif. Kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada daerah $3 apa bila batas atas pada $2,1 berhasil ditembus berdasarkan Fibonacci Extension.
Tapi apa bila terjadi koreksi, ada kemungkinan ARB akan kembali bergerak turun ke daerah $1,4 hingga $1,2 yang dapat memicu pergerakan negatif di 2024.
Untuk saat ini semua terlihat masih bergantung pada Bitcoin yang kemungkinan akan mempengaruhi iklim investasi secara menyeluruh untuk crypto di 2024.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


