CryptoHarian

Analisis Pasar Kripto Setelah Publikasi FOMC, Apakah Bisa Pulih?

Pasar kripto kembali mendapat ujian besar setelah publikasi hasil rapat FOMC terbaru yang disampaikan ke publik pada 21 Agustus 2025. 

Para investor menunggu arah kebijakan moneter Amerika di tengah inflasi yang belum terkendali dan ekonomi yang mulai melambat. 

Rapat ini tidak hanya menyoroti kondisi makro ekonomi, tetapi juga memberi sinyal kuat tentang bagaimana bank sentral akan bersikap dalam beberapa bulan ke depan. 

Dampaknya terasa langsung di aset digital, dengan pasar kripto mulai menunjukkan pergerakan hati-hati. Banyak pihak kini bertanya, apakah kripto mampu pulih setelah tekanan kebijakan ini, atau justru akan menghadapi koreksi harga lebih panjang.

Hasil Rapat FOMC dan Pandangan Bank Sentral

Rapat FOMC yang digelar pada 29–30 Juli 2025 menegaskan kembali fokus utama bank sentral Amerika, yaitu menjaga stabilitas harga dan memulihkan inflasi ke target 2%. 

Dalam rapat itu, para pejabat Federal Reserve menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika di paruh pertama tahun berjalan melambat. Produk domestik bruto menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu kuat, meski pasar tenaga kerja masih solid dengan tingkat pengangguran 4,1%. 

Namun masalah utama ada pada inflasi, yang masih berada di atas target, terutama karena dampak tarif impor yang menekan harga barang kebutuhan.

Mayoritas anggota komite memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,5%. Selain itu, mereka melanjutkan kebijakan pengurangan kepemilikan obligasi pemerintah dan sekuritas berbasis hipotek. 

Keputusan ini memperlihatkan sikap yang tetap hawkish, artinya bank sentral masih enggan memberikan pelonggaran. Dua anggota, Michelle Bowman dan Christopher Waller, berbeda pendapat dengan mengusulkan pemangkasan bunga sebesar 25 basis poin. 

Mereka menilai inflasi sebenarnya sudah cukup dekat dengan target jika faktor tarif dikesampingkan. Namun mayoritas anggota menilai risiko inflasi masih besar, sehingga sikap hati-hati lebih diutamakan.

Dari diskusi panjang, terlihat bahwa bank sentral masih menimbang risiko inflasi dan ketahanan pasar tenaga kerja. 

Tariff effect atau dampak dari kenaikan tarif impor disebut-sebut memberi tekanan pada inflasi barang. Beberapa anggota menilai efek ini hanya bersifat sementara, namun sebagian lain melihatnya bisa lebih persisten. 

Pandangan yang terbelah ini menambah ketidakpastian, tetapi keputusan akhir tetap mempertahankan suku bunga tinggi. 

The Fed menegaskan akan menyesuaikan kebijakan bila data ekonomi menunjukkan pelemahan signifikan, namun untuk saat ini mereka memilih bertahan di jalur ketat.

Sikap hawkish ini memberi konsekuensi bagi pasar global. Investor cenderung memindahkan dana ke aset pengaman seperti emas atau obligasi pemerintah. 

Aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto berpotensi tertekan karena likuiditas yang lebih ketat. Bagi kripto, yang sifatnya masih spekulatif, tekanan ini bisa berarti melemahnya minat beli dan meningkatnya volatilitas. 

Bank sentral juga menyoroti perkembangan stablecoin, yang dinilai bisa memberi manfaat pada sistem pembayaran tetapi juga membawa risiko tambahan bagi stabilitas keuangan. 

Dengan kata lain, FOMC menegaskan posisi waspada dan belum menunjukkan arah pelonggaran yang bisa memberi napas bagi aset digital.

Analisis Pasar Kripto

Reaksi pasar kripto setelah publikasi FOMC menunjukkan pergeseran ke sikap defensif. Kapitalisasi pasar kripto tercatat menurun sekitar 1%, dari $3,96 triliun ke $3,88 triliun. 

Penurunan ini tidak terlihat besar secara persentase, namun cukup menjadi pertanda bahwa investor mengambil langkah hati-hati. 

Data likuidasi dari Coinglass dalam 24 jam terakhir memperlihatkan total sebesar $221,91 juta. Dari jumlah itu, posisi long mendominasi dengan $152,02 juta, sementara posisi short menyumbang $69,88 juta. 

Artinya, banyak trader yang sebelumnya optimis pada apresiasi harga harus terkena likuidasi akibat koreksi.

Ethereum menjadi aset dengan dampak terbesar dengan nilai likuidasi $81,79 juta. Bitcoin berada di posisi kedua dengan $45,46 juta. 

Solana menyusul dengan $10,55 juta, diikuti Chainlink sebesar $5,9 juta, XRP sebesar $5,35 juta dolar, dan Dogecoin sebesar $4,68 juta. 

Gambaran ini memperlihatkan bahwa tekanan terjadi bukan hanya pada dua aset terbesar, tetapi juga merembet ke altcoin menengah dan kecil. Ketika Bitcoin bergerak turun, pasar kripto secara keseluruhan mengikuti arah tersebut.

Grafik Harian BTCUSD

Bitcoin sendiri kini berada di daerah harga penting, mendekati batas bawah harga $112,000. Jika harga turun di bawah daerah harga ini, ada pertanda bahwa pasar bisa mengalami koreksi harga lebih dalam. Hal ini sangat krusial, sebab Bitcoin menjadi barometer utama bagi seluruh ekosistem kripto. 

Jika batas bawah tidak bertahan, koreksi bisa meluas ke Ethereum, Solana, hingga altcoin kecil. Sebaliknya, bila Bitcoin mampu menjaga posisinya di atas $112,000, pasar berpeluang mempertahankan stabilitas jangka pendek meski dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Selain faktor kebijakan bank sentral, pasar kripto juga masih dipengaruhi oleh isu regulasi stablecoin. 

Dalam rapat FOMC, para pejabat menyinggung potensi dampak stablecoin terhadap sistem keuangan, terutama setelah lahirnya regulasi baru. Stablecoin bisa memperkuat sistem pembayaran dan meningkatkan permintaan obligasi pemerintah sebagai aset pendukung. 

Namun, di sisi lain, ada risiko sistemik bila aset pendukung tidak transparan atau bila penggunaan stablecoin tumbuh terlalu cepat. Bagi pasar kripto, isu ini penting karena stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas. Ketidakpastian regulasi bisa membuat pasar semakin rapuh.

Kombinasi antara sikap hawkish bank sentral dan isu regulasi stablecoin membuat kripto berada dalam posisi yang sulit. 

Potensi pemulihan tetap ada, terutama bila data inflasi Amerika berikutnya lebih jinak, tetapi untuk saat ini arah kebijakan belum berpihak pada aset digital. 

Investor kripto perlu menyiapkan strategi yang lebih defensif, misalnya dengan mengurangi eksposur leverage atau memperbesar alokasi pada aset lebih stabil dalam ekosistem.

Kesimpulan

Publikasi FOMC terbaru menegaskan bahwa kebijakan moneter Amerika masih hawkish dengan fokus menekan inflasi. 

Hal ini membuat aset berisiko, termasuk kripto, kembali menghadapi tekanan. Kapitalisasi pasar menurun, data likuidasi memperlihatkan dominasi kerugian di posisi long, dan Bitcoin berada di daerah harga krusial $112,000. 

Jika bertahan di atasnya, pasar bisa menjaga stabilitas, tetapi jika turun di bawahnya risiko koreksi lebih besar akan terbuka. 

Dengan kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian, investor kripto perlu menjaga disiplin, berhati-hati, dan menunggu data ekonomi berikutnya sebelum mengambil langkah agresif.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.