Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) diketahui mengalami lonjakan di atas angka US$ 64.000 setelah Ketua The Fed Amerika, Jerome Powell, memberikan sinyal akan pemotongan suku bunga dalam pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole.
Apa yang disampaikan oleh Powell pada acara tersebut, merupakan angin segar bagi para investor aset berisiko, seperti mata uang kripto.
Dalam acara Simposium Jackson Hole, Powell menyampaikan bahwa inflasi kini semakin mendekati target 2 persen, seperti target The Fed. Berdasarkan laporan dari BSCNews melalui akun resmi X-nya, meredanya inflasi ini menjadi tanda bahwa The Fed bakal mulai melonggarkan kebijakan moneter yang selama ini diperketat.
“Waktunya telah tiba bagi kebijakan (moneter) untuk menyesuaikan. Arah perjalanannya sudah jelas,” ungkap Powell.
Sontak, pernyataan ini menyebabkan lonjakan hebat bagi Bitcoin, yang mengarah langsung pada angka US$ 64.000 selama acara tersebut.
Meski begitu, Powel tetap mengimbau untuk berhati-hati. Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai pemotongan suku bunga akan bergantung pada kondisi dan data ekonomi yang akan datang.
“Waktu dan berapa lama pemotongan suku bunga akan tergantung pada data yang masuk, prospek ekonomi, dan keseimbangan risiko,” ujarnya.
Saat ini, perhatian pasar tengah tertuju pada gelaran FOMC, yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 September. Dalam pertemuan ini, kemungkinan akan ada kejelasan lebih mengenai arah suku bunga Amerika.
Baca Juga: Apa Dampak Simposium Jackson Hole Terhadap Pasar Kripto? Intip Selengkapnya di Artikel Ini
Meskipun banyak analis memberikan prediksi mereka, suku bunga akan tetap berada di kisaran 5,25 persen – 5,50 persen. Bisa dibilang banyak dari pelaku pasar kripto berharap ada pemotongan kecil sekitar 25-50 basis poin.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya dianggap positif untuk Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, karena dapat melemahkan nilai dollar AS dan meningkatkan lilkuiditas di pasar.
“Kondisi pasar kerja saat ini mirip dengan keadaan sebelum pandemi, dengan laju perekrutan yang lebih lambat sehingga tidak membuat ekonomi terlalu panas,” kata Powell.
Pasalnya, The Fed menghadapi tantangan untuk menurunkan inflasi tanpa memicu resesi. Jika suku bunga diturunkan terlalu cepat, inflasi bisa tetap tinggi. Namun, jika suku bunga terlalu tinggi dalam waktu lama, hal ini pun bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
“Resiko inflasi tinggi sudah berkurang, tapi resiko pengangguran meningkat. Kami tidak ingin kondisi pasar kerja semakin ketat,” pungkas Powell.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



