Cryptoharian – Tepat setahun lalu pada hari Selasa, Gary Gensler mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika, bertepatan dengan pelantikan Presiden Donald Trump. Di industri kripto, momen itu dipandang sebagai penanda berakhirnya periode penegakan hukum yang agresif, sekaligus awal perubahan besar arah kebijakan regulator pasar modal Amerika terhadap aset digital.
Selama masa kepemimpinannya, Gensler kerap dikritik pelaku industri karena pendekatan yang dianggap lebih menekankan penindakan ketimbang memberi kepastian aturan. Ketegangan itu ikut mendorong sebagian perusahaan kripto untuk secara lebih aktif secara politik.
Sejumlah nama besar, termasuk Ripple Labs, disebut ikut mendukung pendanaan komite aksi politik (PAC) dan kandidat dalam pemilu 2024 yang lebih ramah terhadap industri, sekaligus menentang politisi yang dianggap tidak sejalan.
Tak lama setelah pengunduran diri Gensler, Trump menunjuk Komisioner SEC Mark Uyeda sebagai ketua sementara. Sejak itu, SEC menunjukkan perubahan haluan yang tajam. Perubahan yang paling terlihat adalah berbagai investigasi dan gugatan yang sudah lama berjalan mulai dihentikan, dan struktur kepemimpinan lembaga tersebut disusun ulang hingga hanya diisi oleh figur dari Partai Republik.
Salah satu sinyal paling jelas muncul pada Februari, sekitar sebulan setelah Uyeda mengambil alih, ketika SEC mengumumkan akan menghentikan gugatan perdata terhadap Coinbase yang sebelumnya diajukan pada 2023. Keputusan itu kemudian diikuti langkah serupa terhadap sejumlah entitas lain, termasuk penghentian investigasi terhadap Robinhood Crypto dan Uniswap Labs.
Namun, perubahan lain yang paling banyak menyedot perhatian publik terjadi pada bulan Maret. Saat itu, CEO Ripple Brad Garlinghouse menyatakan SEC akan menarik banding yang berkaitan dengan perkara penegakan hukum sejak 2020 terhadap perusahaan pembayaran tersebut. Dalam beberapa bulan berikutnya, gelombang penghentian perkara terus berlanjut, termasuk setelah pilihan Trump untuk memimpin SEC, Paul Atkins dikonfirmasi Senat pada April.
Arah baru ini tidak lepas dari sorotan publik. Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan apakah penghentian perkara tersebut dipengaruhi kedekatan Trump dengan industri kripto. Narasi itu menguat seiring keterlibatan bisnis keluarga Trump di sektor aset digital, mulai dari dukungan terhadap perusahaan World Liberty Financial yang meluncurkan stablecoin, hingga proyek-proyek lain yang terkait dengan nama keluarga Trump. Pada pertengahan 2025, bahkan sempat beredar perkiraan bahwa keuntungan dari lini bisnis kripto keluarga Trump telah melampaui angka US$ 1 miliar.
Baca Juga: Serangkaian Agenda Global Pekan Ini Berpotensi Guncang Bitcoin
Di saat penindakan mereda, SEC juga mencoba memposisikan diri sebagai forum diskusi kebijakan. Sepanjang 2025, lembaga ini menggelar rangkaian ‘meja bundar’ kripto yang mempertemukan pelaku industri, pakar hukum dan pembuat kebijakan. Topiknya pun luas, mulai dari privasi finansial, kustodian aset digital, tokenisasi hingga DeFi.
Namun, arah diskusi itu bisa berubah jika Kongres AS berhasil mengesahkan aturan payung yang lebih komprehensif. RUU yang dikenal sebagai Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act dirancang untuk menetapkan pedoman yang lebih jelas bagi regulator, termasuk SEC.
RUU tersebut sudah lolos dari DPR pada Juli, tetapi perjalanannya tersendat di Senat dan masih menunggu proses di komite perbankan dan pertanian. Situasi makin rumit setelah CEO Coinbase Brian Armstrong menarik dukungannya, yang ikut memicu penundaan agenda pembahasan.
Di sisi internal SEC, perubahan juga terlihat pada komposisi kepemimpinan. Setelah Gensler dan Komisioner Jaime Lizárraga pergi pada Januari 2025, Caroline Crenshaw sempat menjadi satu-satunya komisioner Demokrat dan dikenal sebagai figur yang lebih skeptis terhadap kripto.
Ia kemudian meninggalkan SEC pada Januari 2026, setelah bertahan 18 bulan melewati akhir masa jabatan resminya. Hingga tulisan ini disusun, Trump belum mengumumkan rencana nominasi komisioner baru untuk menjaga keseimbangan bipartisan yang selama ini menjadi tradisi lembaga tersebut.
Sementara itu, Gensler kembali ke dunia akademik di MIT Sloan of School of Management, mengajar sebagai profesor dan tetap aktif menyampaikan pandangan publik, termasuk penilaiannya bahwa aset seperti Bitcoin bersifat spekulatif.
Namun terlepas dari komentar Gensler, lanskap kebijakan sudah berubah, yakni setahun setelah ia mundur, SEC terlihat bergerak dari pendekatan agresif menuju fase yang lebih politis dan menunggu kepastian undang-undang, dengan konsekuensi besar bagi arah regulasi kripto.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


