CryptoHarian

Apa Yang Terjadi Jika Bitcoin Bisa Menembus US$115.000?

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) berada di ambang salah satu momen paling krusial dalam tujuh tahun terakhir. Menurut salah satu trader kripto di media sosial X dengan nama akun ‘BitcoinHabebe’, menyatakan bahwa harga BTC sedang menguji garis resisten jangka panjang yang telah menahan harga sejak 2017.

“Semua mata tertuju ke US$ 112.000 – US$ 115.000,” tulis BitcoinHabebe.

Pernyataan tersebut mengacu pada resisten garis tren yang sudah berlangsung selama tujuh tahun. Ia menambahkan, jika Bitcoin mampu untuk menembus, maka harga Bitcoin akan meledak.

“Namun jika gagal, maka BTC bisa turun dan dominasi pasar ikut jatuh. Itu bisa saja menjadi sinyal awal altseason,” ujarnya.

Berdasarkan grafik yang dibagikan, menunjukkan bahwa setiap kali harganya menyentuh garis resisten tersebut, baik pada tahun 2017, 2021 maupun kini 2025, BTC mengalami tekanan jual yang signifikan. Saat ini, harga berada di kisaran US$ 110.203, hanya beberapa ribu dolar dari level krusial.

Para analis menyoroti bahwa penembusan di atas resisten ini bisa membuka jalan bagi level psikologis baru di US$ 130.000 atau bahkan lebih tinggi. Sebaliknya, kegagalan dapat memicu koreksi tajam dan memperkuat narasi akan rotasi dari Bitcoin ke altcoin.

Volume perdagangan bulanan juga tercatat tinggi. Hal ini menandakan pasar sedang dalam fase penentuan arah besar.

Baca Juga: Konsolidasi Ulang di Zona Lama, Bitcoin Butuh Trigger Baru

Sementara itu, analis kripto bernama Nebraskangooner menyatakan bahwa pergerakan Bitcoin di grafik mingguan mendukung skenario bullish. Meskipun sempat koreksi, harga saat ini tetap berada di atas zona support Fibonacci kunci, membuka peluang untuk menembus level psikologis berikutnya di US$ 120.000.

“Masih mengikuti skenario bullish pada time frame mingguan. Harga telah menguji ulang support Fibonacci penting dan selama tetap bertahan di atasnya, target ke US$ 120.000 masih mungkin tercapai,” kata Nebranskangooner.

Dalam grafiknya, ia menunjukkan zona Fibonacci retracement dengan support utama di area US$ 99.300 – US$ 96.700, diikuti zona resisten besar di kisaran US$ 120.000 – US$ 123.000. Level Fibonacci 1.0 saat ini berada di US$ 109.400, yang tampaknya menjadi titik tekanan jangka pendek sebelum Bitcoin bisa bergerak ke arah lebih tinggi.

Volume perdagangan mingguan tetap stabil. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas zona US$ 104.000 – US$ 106.000, potensi retest ke zona merah (US$ 120.000) akan semakin kuat.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.