Apa Yang Terjadi Jika The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga?

Data inflasi yang lebih tinggi dari dari perkiraan awal, menunjukkan bahwa Amerika Serikat kini semakin tidak terkendali. Hal ini memicu The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan, inflasi naik 0,1% sejak bulan lalu, namun sempat turun dari 9,1% untuk tingkat year on year 8,3% pada Juni.

Angka tersebut 0,3% lebih tinggi dari banyak perkiraan, termasuk survei Bloomberg terhadap 43 ekonom yang memperkirakan tingkat 8%.

Meski harga gas turun 10,6%. Namun kenaikan harga property, makanan dan layanan kesehatan menyumbang inflasi jadi lebih tinggi.

“Laporan bulan ini (menunjukkan) dukungan kepada siapa saja yang berharap inflasi akan turun secara substansial,” kata analis ekonomi senior Bankrate, Mark Hamrick, dikutip dari CNBC.

“Implikasinya adalah bahwa Federal Reserve harus tetap agresif, dengan kenaikan suku bunga,” sambung dia.

Harga makanan terpantau naik 0,8% pada Agustus lalu, mengikuti kenaikan 1,1% di bulan Juli dan 1% di bulan Juni dan harga property  naik 0,7%, menyusul kenaikan 0,5% di bulan Juli.

Sementara biaya layanan kesehatan juga naik sebesar 0,7% di bulan Agustus, setelah sebelumnya mengalami kenaikan 0,4% di bulan Juli.

Berikut rincian kenaikan harga selama satu tahun belakangan, untuk barang dan jasa kebutuhan rumah tangga berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja:

Gas: 25,6%

Tiket Pesawat: 33,4%

Listrik: 15,8%

Bahan Makanan: 13,5%

Kendaraan baru: 10,1%

Makanan di Restoran: 8%

Mobil: 7,8%

Properti: 6,2%

Layanan Kesehatan: 5,6%

Pakaian: 5,1%

Inflasi Semakin Membuat Suku Bunga Makin Menekan

Dengan angka inflasi yang semakin memprihatinkan, suku bunga diprediksi akan terus naik.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pidatonya belum lama ini menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mengurangi inflasi.

“Kami akan terus melakukannya sampai kami yakin pekerjaan selesai,” kata Powell, yang menandai kebijakan Fed akan semakin membuat harga kebutuhan rumah tangga serta pasar bisnis semakin tertekan.

The Fed sendiri sudah memiliki target inflasi ke tingkat 2% dengan empat kenaikan suku bunga pada tahun 2022, termasuk dua kali kenaikan suku bunga “jumbo” yang dilakukan berturut-turut, sebesar 0,75% pada bulan Juni dan Juli. Saat ini, tingkat dana The Fed berubah dari 2,25% menjadi 2,50%.

The Fed kemungkinan besar kembali menaikkan suku bunga sebesar 0,75% ketika Komite Pasar Terbuka Federal menggelar pertemuan pada September ini. Bahkan, kenaikan suku bunga bisa lebih tinggi dari perkiraan jika inflasi semakin tak terkendali.

“Pengambilan dasar untuk konsumen dan bisnis adalah bahwa suku bunga telah meningkat dan sangat mungkin menuju jauh lebih tinggi dari sini,” kata Hamrick.

Sementara inflasi mengikis daya beli, kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman jadi lebih mahal. Hal ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi melambat dan penyerapan tenaga kerja semakin lamban.

Kebijakan ini juga membuat konsumen semakin tercekik dengan kenaikan biaya pinjaman, mulai dari kartu kredit, pembiayaan mobil, hingga pinjaman pribadi.

Reaksi Pasar Kripto

Pasar kripto mungkin akan bereaksi lebih volatile akibat kebutusan The Fed.

Aset kripto, terutama Bitcoin bisa kembali masuk fase ‘roller coaster’ pada pekan depan jika The Fed mengambil keputusan sesuai prediksi dengan kenaikan suku bunga agresif.

Pengamat dari The Time mengatakan, grafik harga historis menunjukkan, penurunan harga Bitcoin mencapai 10% dari nilainya usai pertemuan Fed pada bulan Maret, Mei, dan Juni lalu mungkin kembali terulang.

Namun penurunan itu hanya bersifat sementara. Mirip dengan pola Juli lalu yang tidak terlalu membuat pasar terperosok cukup dalam. Ada pola yang jelas dari kenaikan suku bunga Fed yang sesuai dengan penurunan di pasar crypto. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.