CryptoHarian

Apakah Aset Kripto Bakal Selamatkan Investor Saat Resesi Terjadi?

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) masih bertahan kuat di atas level US$ 86.000 minggu ini. Sementara itu, beberapa koin meme seperti Pepecoin, Shiba Inu dan Floki mencatat lonjakan harga hingga dua digit. Akan tetapi di balik euforia pasar kripto, ada peringatan serius dari seorang ekonom ternama Amerika Serikat.

Melansir dari crypto.news, Mark Zandi yang merupakan kepala ekonom dari Moody’s Analytics menyatakan bahwa Amerika bisa mengalami resesi pada tahun 2025. Dalam unggahan di platform X, Zandi mengungkapkan bahwa indikator utama resesi versinya sedang ‘menyala kuning terang’.

Apa maksud dari indikator utama ini?

Dalam pemaparannya, Zandi menjelaskan bahwa kepercayaan konsumen telah mengalami penurunan drastis, yakni sebanyak 17 poin dalam tiga bulan terakhir.

Menurutnya, jika penurunan ini mencapai 20 poin, biasanya masyarakat mulai mengurangi aktivitas belanja. Hal ini bisa memicu perlambatan ekonomi, bahkan resesi.

“Secara teknis, resesi terjadi ketika ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut,” ungkap Zandi.

Namun meski terdengar buruk, situasi ini bisa menjadi peluang bagi aset-aset beresiko seperti mata uang kripto. Sejarah menunjukkan bahwa saat ekonomi melambat dan bank sentral seperti The Fed memangkas suku bunga, investor justru beralih ke aset yang dianggap punya potensi keuntungan tinggi.

Baca Juga: Bitcoin Masih Stabil di Tengah Drama Politik Donald Trump

Contohnya, setelah krisis keuangan 2008, pasar saham Amerika mengalami tren naik selama satu dekade. Begitu pula saat pandemi Covid-19.

“Bitcoin yang sempat jatuh ke US$ 4.000 pada Maret 2020, melonjak ke rekor US$ 69.000 pada akhir 2021. Ethereum juga mengalami kenaikan tajam dari US$ 80 ke hampir US$ 5.000,” ujarnya.

Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga dan menyuntikkan likuiditas ke pasar. Ketika uang jadi lebih mudah diakses, investor cenderung lebih berani mengambil resiko, termasuk berinvestasi di kripto.

Menariknya, jika resesi bisa dihindari sekalipun, aset kripto masih berpotensi naik. Beberapa analis menilai bahwa resesi yang diperingatkan oleh Zandi bersifat ‘pandangan pribadi’, yang disebabkan oleh kebijakan tarif perdagangan dari era Presiden Donald Trump. Jika tarif-tarif itu dikurangi atau bahkan dihapus, maka pasar bisa kembali bergairah.

Namun, pada saat resesi atau berita resesi dikeluarkan, harga semua aset akan turun. Bitcoin dan altcoin tidak luput dengan penurunan tersebut.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.