CryptoHarian

Apakah Benar Harga Bitcoin Mencapai $20.000 Setelah Momen Halving?

Pasar cryptocurrency dilanda “gempa” bulan lalu ketika ada investor institusi menjual Bitcoin (BTC) senilai $750 juta. Harga mendadak jatuh dari Rp 100 juta menjadi Rp 65 juta dalam beberapa hari.

Walaupun begitu banyak pedagang dan analis memprediksi bahwa BTC akan mendekati harga $20.000 dalam 12 bulan kedepan.

Orang berpengaruh di ruang cryptocurrency seperti Mike Novogratz, Raoul Pal dan Dan Morehead juga memiliki sentimen yang sama.

Yang sangat menarik adalah jika dihitung dengan Matematika, semua ini akan terbentuk dengan sempurna.

Plan B, seorang analis dan trader terkenal di Twitter, mengeluarkan grafik yang mengukur harga BTC dengan seberapa langka cryptocurrency tersebut.

Dia menggunakan rasio stock-to-flow, atau jumlah pasokan yang sudah ada dibagi dengan pasokan yang dikeluarkan dalam satu tahun.

Jika menggunakan model ini, setelah momen halving di bulan Mei, jaringan BTC menjadi $1 triliun- $2 triliun, yang bertepatan dengan $50.000-$100.000 per koin.

Perlu diingat bahwa grafik ini tidak mengatakan bahwa harga Bitcoin HARUS pada nilai tersebut, tetapi MEMPREDIKSI kenaikan harga seiring waktu.

Baca Juga: [Terbaru] 30+ Bisnis Online Tanpa Modal 2020, Sangat Menjanjikan

Baca Juga: Switchere: Pialang Yang Bisa Menggunakan Kartu Kredit Untuk Membeli Bitcoin

Apakah benar?

Walaupun banyak yang berekspektasi harga BTC akan mencapai $20.000 pada tahun ini, ada juga pihak lain yang mengatakan runtuhnya pasar saham bisa merubah hal tersebut.

Chris Burniske dari Placeholder Capital menjelaskan (17 Maret) bahwa dia berpikir harga BTC turun lebih dalam.

Dari perspektif pasar, inilah peluang yang saya lihat: Jika pasar global kembali panik, maka harga BTC bisa mengunjungi ke $5.000-an, $4.000-an dan $3.000-an. Altcoin akan menguji harga terendah mereka.

Dia juga menambahkan bahwa ada kemungkikan besar BTC akan mengunjungi kembali $3.000, mengutip fakta bahwa BTC kehilangan level kapitulasi utama di 200-week Simple Movie Averaga dan aset global secara keseluruhan masih didalam kekacauan karena pandemic korona.

Jika dilihat secara historis, harga BTC memang melonjak setelah momen halving karena pasokan akan berkurang dengan permintaan bertambah. Sebagai seorang trader, harga Bitcoin akan naik, jika kondisi ekonomi global tetap sama.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement

Advertisement