Apakah Bitcoin Akan Turun Pada Bulan Agustus? Simak Dua Skenario Ini

Cryptoharian- Harga Bitcoin dan Ethereum masih terancam anjlok meski potensi menguat tetap ada dalam beberapa hari ke depan.

Namun, sejumlah analis menganggap kedua kripto tersebut tidak akan kembali berada di titik terendah mereka seperti sebelumnya.

Kepala penelitian blockchain dan crypto di Uphold, Martin Hiesboeck optimis akan hal ini dengan alasan ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina yang turut menyeret China hingga NATO ke dalamnya.

Perang antara Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan arah perdamaian sudah mendorong ekonomi berbagai negara menjadi lebih buruk. Bahkan, Eropa terancam mengalami krisis energi.

“Situasi geopolitik mendominasi pembicaraan. Perang yang berkelanjutan berarti inflasi yang berkelanjutan,” kata Hiesboeck, dalam wawancara bersama Time.

Ada dua skenario yang mungkin bisa jadi pertimbangan investor Bitcoin dan Ethereum dalam berinvestasi dalam satu atau dua tahun ke depan.

Pertama, investor bisa memupuk rasa percaya terhadap aset berisiko. Bitcoin dan Ethereum pada pekan ini memang melemah, namun ada momen rebound.

Bitcoin diperdagangkan tepat di atas $22.890, dan Ethereum diperdagangkan mendekati $1.620 pada hari ini, Rabu (2/8/2022).

Pada Juli, Ethereum menguat lebih dari 50% dan bitcoin naik 20%, menurut data NextAdvisor. Minggu lalu, Bitcoin hampir mencapai $25.000 dan Ethereum melampaui $1.700. Itu peningkatan yang signifikan dari hanya dua bulan lalu ketika pasar krypto jatuh dan bitcoin mencapai titik terendah $17.500.

Dua kripto dengan pasar terbesar itu mengalami kenaikan cukup menjanjikan dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi terus menguat.

Penurunan PDB AS pada kuartal kedua tahun ini membuat investor yakin bahwa The Fed mungkin tidak lagi menaikkan suku bunga.

Hal ini bisa menyebabkan reli yang solid untuk saham dan kripto. Faktanya, bulan Juli menjadi bulan terbaik pasar saham sejak November 2020.

Meski saat ini tren bearish masih nampak, analis pasar kripto dan agrafik, Wendy O mengatakan, secara teknis, bitcoin akan masuk tren bullish dalam waktu dekat.

Bitcoin perlu bergerak di atas $28.600 jika ingin bullish bisa bertahan sebelum turun kembali.

Skenario kedua, investor waspada terhadap ketegangan politik dan krisis global.

Meningkatnya ketegangan geopolitik minggu ini menyebabkan sentimen risk-off baru di kalangan investor kripto dan saham, karena keduanya dianggap sebagai aset berisiko. Kunjungan pejabat As ke Taiwan juga dikhawatirkan kembali membuat pasar memanas karena dianggap memprovokasi China.

Jika ketegangan politik ini terus terjadi, atau bahkan semakin buruk. Maka pasar kripto bisa saja kembali anjlok ke posisi terendah seperti bulan Juni lalu atau bahkan lebih buruk.

“[Kondisi saat ini] tidak mendukung [investasi] berisiko besar dalam waktu dekat,” kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan pialang Oanda.

Pasar kripto berkaitan erat dengan pasar saham sejak awal tahun ini, jadi jika saham jatuh karena konflik saat ini di dunia, maka nasib kripto juga tidak akan jauh berbeda.

Selain itu, ekonomi AS masih bergulat dengan inflasi tinggi selama empat dekade, kenaikan suku bunga hingga potensi resesi.

Hiesboeck mengatakan, lebih banyak ketidakpastian seputar politik dunia dan ekonomi AS berarti lebih banyak ketidakpastian pasar, dan investor tidak menyukai ketidakpastian. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube