CryptoHarian
Home » Informasi Cryptocurrency » Apakah Bitcoin Menjadi Rp 0 Di Tahun 2019?

Apakah Bitcoin Menjadi Rp 0 Di Tahun 2019?

Sepanjang tahun 2018, pasar cryptocurrency sudah didominasi oleh pasar bearish. Tetapi, beberapa hari yang lalu, pasar cryptocurrency mulai memasuki tahap pemulihan. Hampir semua cryptocurrency mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti EOS naik 30 persen dan Cardano naik 28 persen. Tidak hanya itu, Bitcoin juga mengalami kenaikan 10.4 persen dalam 24 jam terakhir.

Namun, pasar cryptocurrency masih di dalam tren bearish, jika dilihat dari segi teknikal. Brian Kelly, pemilik dari Brian Kelly Capital, mengatakan bahwa tanda-tanda Bitcoin akan menjadi Rp 0 adalah harga mendadak tinggi tanpa ada sebab. Analis dari Bloomberg membantah bahwa Bitcoin jauh dari kematian. Tetapi, siapa yang bisa dipercaya? Optimis atau Pesimis?

Pertambangan

Pertambangan sangatlah penting untuk Bitcoin. Mereka adalah satu koin dengan dua sisi, tidak bisa hidup tanpa satu dan yang lain.

Penambangan bitcoin/bitcoin mining adalah proses dimana seluruh transaksi dimasukkan ke dalam public ledger/buku besar Bitcoin yang bersifat terbuka, artinya semua orang bisa mencatat transaksi tersebut.

Di dalam dunia Cryptocurrency, buku besar tersebut juga dinamakan dengan Blockchain. Mining dapat juga dikatakan sebagai sarana untuk membuat Bitcoin baru.

Lebih detilnya , proses tersebut melibatkan pemecahan teka-teki matematika yang sangat sulit , teka-teki tersebut datang dari transaksi-transaksi yang dikumpulkan yang akan menjadi blok.

Peserta/miner yang berhasil menyelesaikan problem tersebut dan menaruhkan nya di blockchain , akan dihadiahkan dengan Bitcoin/BTC.

Tanpa penambangan, tidak ada orang yang memverifikasi Bitcoin yang baru. Proses penambangan semakin rumut karena semakin banyak koin yang beredar. Sementara itu, sumber daya yang diperlukan untuk penambangan-seperti daya komputasi dan listrik terus meningkat, tetapi imbalan Bitcoin terus menurun.

Ini masih bisa bekerja jika harga Bitcoin terus meningkat, yang saat ini tidak terjadi. Akibatnya, banyak penambang memilih untuk berhenti. Bahkan, 90 persen fasilitas penambangan di Cina, yang mempunyai listrik murah, memilih untuk berhenti dan menjual perangkat penambangan dengan harga rugi. Seluruh jaringan akan terpukul karena ini, karena transaksi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk divalidasi, yang membuat orang untuk berganti ke cryptocurrency lainnya seperti Ethereum.

Baca Juga: Universitas Cambridge Mengatakan Spekulasi Matinya Bitcoin Terlalu Berlebihan

Banyak yang bertanya mengapa Bitcoin menjadi begitu besar, mengingat fakta Bitcoin mempunyai banyak kelemahan seperti lambat dan tidak skalabilitas. Satu jawaban yang diberikan oleh para analis adalah bahwa Bitcoin adalah koin crypto pertama yang muncul. Walaupun Bitcoin akan mati, cryptocurrency lain, yang memiliki teknologi terbaik yang tersedia, akan menggantikannya dan memimpin pasar cryptocurrency.

Situasi ini dapat dibandingkan dengan mesin pencari web (search engine). Semua orang telah mendengar tentang Google, tidak banyak orang yang ingat mesin pencari pertama yang pernah muncul, yang disebut AltaVista.

Masalah lain

Jaringan Bitcoin memiliki sejumlah masalah lain seperti skalabilitas. Jaringan Bitcoin hanya dapat memproses 7 transaksi sekaligus. Ethereum dengan 12-17 transaksi per detik dan XRP dengan 1500 transaksi per detik. Bitcoin sangat jauh apabila dibandingkan dengan Visa. Misi Bitcoin adalah pembayaran online. Tetapi, Bitcoin, untuk saat ini, jauh dari Visa yang bisa melakukan ribuan transaksi per detik. Kenapa orang-orang beralih ke Bitcoin ketika Visa lebih terkenal dan cepat?

Sangat sulit untuk ditebak apakah Bitcoin akan mati atau tidak? Kabar gembira adalah tahun 2019, investor insitusional akan lebih segera masuk ke pasar Bitcoin karena Bakkt dan NYSE akan masuk. Secara logika, perusahaan besar yang dibelakang Bakkt, Intercontinental Exchange, tidak mungkin masuk ke pasar Bitcoin apabila analis mereka mengetahui Bitcoin akan mati.

Baca Juga: Tahun 2019 Akan Menjadi Tahun Yang Besar Untuk Pasar Cryptocurrency

Bagaimana menurut kalian? Apakah Bitcoin akan menjadi Rp 0? Komen di bawah.

 

Septiady

Septiady

Penggermar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

1 comment

  • Bitcoin tidak mati cuman tidur sesaat, menunggu waktu yang tepat untuk bangun. Secara alami semakin banyak cryptocoin, token da ico (tempa), maka harga bisa turun dan naik hingga tercapai keseimbangan yg stabil…2017 dari harga 14.000.000 sd 290.000.000, 2018 endingnya di 55.000.000 an stabilnya +/_ 100 jutaan,….kalau sampai rp. 0……..Mubazir…..teknologi mahal….tidak dihargai……