CryptoHarian

Apakah Mesin Bitcoin Bull Sudah Habis? Dua Analis Memberikan Support dan Resistensi Penting

Cryptoharian – Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia masih berada pada periode konsolidasi, dimana para trader dan investor harus rela saat harganya turun menuju US$ 27.470 per Kamis (11/5/2023).

Salah satu analis centang biru, dengan nama Twitter @Anbessa100 atau ANBESSA membeberkan hasil analisanya terkait prediksi perkiraan harga BTC.

Dalam hal ini, ia menggunakan Pola Formasi Anbessa Rooftop, yakni pola teknis yang digunakan oleh para trader untuk mengukur potensi pembalikan harga atau breakout.

Pola ini menunjukkan fase konsolidasi di mana kisaran perdagangan menyempit, menghasilkan pergerakan harga yang lebih terbatas. 

“Penting untuk memperhatikan level support kunci pada US$ 27.375. Jika harga Bitcoin mampu ditutup di atas level ini dalam kerangka waktu harian, Bitcoin masih bisa ke US$ 30.000,” ungkap Anbessa.

Beberapa strategi tersebut, yang pertama adalah para trader dapat memanfaatkan kisaran perdagangan yang terbentuk antara level support dan resisten untuk melakukan transaksi. Kedua, mereka juga bisa menunggu kemungkinan terjadinya penembusan (breakdown) dari kisaran tersebut.

Menurutnya, resisten pertama yang perlu diperhatikan terletak pada US$ 28.000, yang dihubungkan dengan garis tren menurun (descending trendline).

“Jika harga Bitcoin mampu mencapai dan menembus resisten ini, itu bisa menjadi sinyal positif untuk pergerakan harga yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Kenapa Harga Bitcoin Turun ke US$26.800 Hari Ini?

Analis Bitcoin Lebih Dalam

Sementara itu, seorang analis makro bernama Jason Pizzino mengatakan bahwasanya BTC masih memiliki potensi untuk turun di kisaran harga US$ 24.000 – US$ 27.000 dalam jangka pendek.

“Satu-satunya harapan terakhir bagi para bulls adalah untuk tetap mempertahankan level support di US$ 26.500 dan kembali naik di atas US$ 29.000 secepat mungkin.

Jika level support di US$ 22.000 terlewati dan konsolidasi terjadi di bawah level ini, maka para bears berpotensi menyerang,” paparnya.

Baca Juga: Analis: Situasi Bitcoin 2023 Sama Seperti Tahun 2019

Kendati situasinya bisa terlihat suram bagi sebagian orang, Pizzino melihat peluang beli dalam penurunan harga saat ini. Dia menekankan bahwa jika seseorang belum memiliki posisi atau posisi penuh dalam BTC, saat ini adalah kesempatan yang baik untuk menambah posisi mereka. 

“Saya tidak menunggu harga turun di bawah US$ 19.500 untuk membeli, Karena jika level itu tercapai, maka memang ada masalah yang lebih kompleks sedang terjadi dalam ekosistem Bitcoin,” pungkas Pizzino.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.