Cryptoharian – Pada tanggal 1 Maret, PlanB (nama samaran) yang meruapakan seorang analis Bitcoin yang terkenal dengan model stock-to-flow (S2F), menyatakan bahwa pasar bullish Bitcoin telah dimulai.
Lewat akun media sosialnya, ia menjelaskan bahwa fase akumulasi Bitcoin telah berakhir, yang berarti kesempatan beli Bitcoin dengan mudah juga sudah tidak ada lagi.
Dalam prediksinya, PlanB melihat bahwa pasar bullish ini akan penuh dengan lonjakan harga yang ekstrem dan juga penurunan tajam sekitar -30 persen.
“Biasanya, periode seperti ini juga disertai dengan FOMO (ketakutan akan ketinggalan), yang artinya investor akan berlomba-lomba untuk membeli Bitcoin karena takut kehilangan peluang,” ungkap PlanB.
Pernyataan PlanB ini datang setelah Bitcoin berhasil melewati angka US$ 60.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
“Meskipun ada sedikit penurunan sebesar 0,75 persen dalam 24 jam berikutnya, Bitcoin masih diperdagangkan sekitar US$ 62.472 pada pukul 3:00 sore Waktu Eropa Tengah,” ujarnya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun model S2F populer selama lonjakan harga Bitcoin tahun 2021 juga mendapat kritik. Beberapa pengamat mengatakan bahwa model ini tidak selalu akurat dalam memprediksi harga Bitcoin dengan tepat.
Kendati demikian, analis lain juga setuju dengan prediksi PlanB. Mereka mengatakan bahwa sejarah menunjukkan Bitcoin cenderung berkonsolidasi setelah halving sebelum akhirnya mengalami lonjakan harga.
Selain faktor halving, persetujuan ETF Bitcoin berbasis spot juga telah meningkatkan minat investor terhadap Bitcoin. Meskipun terjadi koreksi harga setelah Grayscale mengonversi dana Bitcoin Trust ETF-nya, harga Bitcoin masih naik lebih dari 22 persen dalam seminggu terakhir. ETF Bitcoin spot baru juga mencatat volume harian yang tinggi.
Semua ini mengindikasikan bahwa minat terhadap Bitcoin semakin meningkat, dan beberapa analis memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai rekor tertinggi baru sebelum akhir tahun 2024. Salah satu laporan penelitian bahkan memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai antara US$ 100.000 hingga US$ 120.000 pada kuartal keempat tahun tersebut.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


