Apakah Penambangan Bitcoin Sudah Berakhir?

Karena musim bearish masih melanda pasar cryptocurrency, industri pertambangan Bitcoin telah menderita karena penambangan Bitcoin (BTC) sudah tidak menguntungkan atau tepatnya perusahaan menghadapi kerugian karena penurunan harga Bitcoin.

Bitmain

Bitmain, perusahaan pertambangan Bitcoin yang berbasis di Cina, mengalami kesulitan pada tahun 2018. Perusahaan ini telah mengurangi 50-80 persen karyawan mereka dan memecat semua anggota tim yang menangani Bitcoin Cash. Mereka baru-baru ini meluncurkan generasi penambangan baru dan sudah jelas membutuhkan banyak waktu dan energi untuk penelitian pengembangan produk baru ini, namun, harga BTC jatuh.

Banyak orang tidak membeli produk ini karena harga BTC sangat jelek dan pasar cryptocurrency sedang berada di tren bearish. Sangat sulit untuk semua penambang bertahan dalam bisnis ini.

Tidak hanya menjual perangkat untuk penambangan Bitcoin, Bitmain juga menjalankan jumlah yang besar untuk menambang. Mereka juga berusaha untuk menjaga bisnis tetap hidup. Pada saat ini, mereka bisa dipastikan berjuang keras karena penurunan harga BTC yang signifikan.

Perperangan hashrate yang terjadi setelah Bitcoin Cash (BCH) hardfork adalah bagian yang paling menyakitkan kantong Bitmain. Mereka telah menghabiskan banyak uang untuk berperang dan juga memiliki 1 juta koin BCH. Harga BCH yang selalu menurun membuat mereka tidak dapat mendanai staf, pengembangan dan investasi mereka. Ini adalah berita yang sangat buruk.

Baca Juga: Universitas Cambridge Mengatakan Spekulasi Matinya Bitcoin Terlalu Berlebihan

GMO Internet

GMO Internet adalah perusahaan asal Jepang yang memutuskan untuk masuk industri pertambangan BTC ketika harga menyentuh $20,000. Mereka tidak hanya menambang BTC sendiri, tetapi mereka juga menjual perangkat keras. Banyak investor dan orang-orang yang mulai menambang menyukai perusahaan ini, karena mereka disebut sebagai “pembunuh Bitmain.”

Tetapi, harga Bitcoin yang mulai hancur membuat perusahaan ini memberhentikan penjualan perangkat keras. GMO menderita kerugian lebih dari $300 juta, terutama dari penambangan Bitcoin pada kuartal keempat tahun 2019. Walaupun rugi, GMO Internet masih menambang dan sedang mencari daerah di mana mereka bisa mendapatkan listrik yang lebih murah atau energy yang lebih bersih.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2019 Oleh Pakar Crypto

Kesimpulan

Orang-orang yang tidak dapat bersaing akan keluar dari bisnis pertambangan Bitcoin dan siapa yang merasa masih mendapatkan keuntungan dalam menambang akan terus berlanjut. Biasanya, orang yang masih mendapatkan laba adalah orang yang tinggal dimana listrik sangat murah atau menggunakan sinar matahari sebagai sumber energy.

Apabila dibandingkan hash rate dan kesusahan jaringan dengan setahun lalu, kita jauh lebih tinggi sekarang sehingga jaringan Bitcoin menjadi sangat aman. Walaupun perusahaan besar seperti GMO melepaskan bisnis pertambangan BTC, perusahaan besar seperti Samsung sedang melakukan penelitian pada perangkat keras penambangan Bitcoin. Jadi, industri penambangan BTC jauh dari kematian.

Baca Juga: Tren Turun Di Bitcoin Hanya Sebuah Halangan Untuk Naik


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar