CryptoHarian

Arthur Hayes: Keputusan The Fed Bakal Lambungkan Harga Bitcoin Hingga US$ 70.000

Cryptoharian – Aset kripto utama, Bitcoin (BTC) telah menarik perhatian dari para analis dan tokoh besar keuangan di seluruh dunia. Salah satunya adalah co-founder BitMEX, Arthur Hayes yang menyatakan pada hari Selasa (12/9/2023), bahwa keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga kemungkinan akan menyebabkan nilai Bitcoin meningkat dengan cepat, dengan potensi mencapai US$ 70.000. 

Namun, Hayes juga sebelumnya telah mengatakan bahwa Bitcoin akan mencapai nilai ini setelah bulan Maret 2023 lalu. Akan tetapi, kenyataannya The Fed telah beberapa kali menaikkan suku bunga selama periode tersebut. Ketua The Fed, Jerome Powell telah menegaskan bahwa keputusan-keputusan selanjutnya dari mereka bergantung pada data inflasi dan pengangguran.

Melansir dari newsletter berbayar Arthur Hayes, para analis makroekonomi saat ini berusaha memprediksi kapan The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunganya atau mengubah arah kebijakan. Pasalnya, kelanjutan kenaikan suku bunga diambil setelah krisis perbankan pada bulan Maret. Sementara itu, neraca The Fed telah menyusut dalam tengah krisis batas utang yang sedang berlangsung.

Menurut Hayes, salah satu alasan utama mengapa Bitcoin tidak mencapai angka US$ 70.000 setelah Maret adalah karena banyak orang lebih fokus pada tingkat suku bunga Federal Reserve secara nominal tanpa mempertimbangkan pertumbuhan PDB nominal yang kuat di Amerika Serikat.

Dia mengatakan dalam pidato di konferensi Korea Blockchain Week, bahwa dirinya pernah ditanya apakah Bitcoin masih bisa terus meningkat jika The Fed terus menaikkan suku bunga. 

Berita Bitcoin: Volatilitas Bitcoin Terus Meningkat dengan Volume Rendah, 51.000 Trader Kena Likuidasi Posisi dalam 24 Jam

Menanggapi hal tersebut, Hayes mengatakan bahwa kinerja Bitcoin terkait erat dengan kebijakan The Fed dan faktor-faktor makroekonomi lainnya. Saat ini, ada indikasi bahwa Bitcoin akan mengalami kenaikan yang akan datang karena tingkat suku bunga riil yang positif (selisih antara Yield Surat Utang Amerika Serikat 2 Tahun dan pertumbuhan PDB nominal).

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan seharga US$ 26.123, mencerminkan kenaikan sebesar 2 persen dalam 24 jam terakhir. Momentum kenaikan ini didorong oleh peningkatan aktivitas pembelian oleh para trader, yang mengakibatkan lonjakan volume perdagangan sebesar 100 persen dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu melansir dari suara.com, faktor pendorong harga BTC selain The Fed adalah halving.  Bitcoin Halving telah terjadi tiga kali sebelumnya. Yang pertama terjadi pada 28 November 2012, ketika hadiah untuk penambang adalah 25 BTC. Kemudian pada 9 Juli 2016, halving kedua terjadi, mengurangi hadiah menjadi setengahnya. 

Pada tahun 2020, halving ketiga terjadi pada 11 Mei, menjadikan hadiah koin untuk penambang sebesar 6,25 BTC. Dengan mengikuti pola siklus empat tahunan, halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada 2 Maret 2024. Oleh karena itu, para investor dan trader perlu bersiap dan merencanakan strategi mereka untuk menghadapi perubahan ini.

Baca Juga: 6 Event Yang Harus Diperhatikan di Pasar Kripto Minggu Ini

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.