AS Dinilai akan Jatuh ke dalam Resesi Pasca Kenaikan Suku Bunga Terbesar Sejak 1994

Cryptoharian – Menanggapi langkah the Fed yang kembali menaikan suku bunga mencapai 75 basis poin, ekonom di Wells Fargo memperkirakan Amerika Serikat (AS) akan jatuh ke dalam jurang resesi pada tahun 2023. Pasalnya, the Fed telah menaikan suku bunga dengan jumlah terbesar sejak 1994, dengan harapan mampu melawan inflasi.

Langkah ini membuat para analis mengubah cara pandang mereka akan prospek ekonomi AS, di mana tidak sedikit yang mengatakan bahwa risiko AS untuk jatuh ke dalam resesi meningkat. Pejabat the Fed pun mengungkapkan, kenaikan suku bunga akan menjadi 3,8% di tahun 2023.

Ekonom Wells Fargo menilai, kenaikan suku bunga yang tajam dapat menaikkan biaya pinjaman untuk perekonomian secara luas. Kenaikan suku bunga ini disinyalir dapat memicu “Resesi ringan” di pertengahan tahun depan.

“Dalam pandangan kami, resesi akan kurang lebih setara dalam besaran dan durasinya dengan penurunan tahun 1990-1991. Resesi itu berlangsung selama dua kuartal dengan penurunan puncak ke palung dalam PDB riil dari 1,4,” ungkap Kepala ekonom Wells Fargo, Jay Bryson dilansir dari bussinesinsider.com, Jumat (17/6/2022).

Selain Wells Fargo, beberapa pengamat dan pakar juga memperkirakan terjadinya resesi akibat langkah agresif the Fed. Semakin agresif langkah bank sentral, maka akan semakin jauh jatuhnya perekonomian yang akan menuntun AS ke arah resesi yang nyata.

Baca juga: The Fed Menaikan Suku Bunga 75 Basis Poin, CEO Raoul Pal Siap-Siap Membeli Bitcoin

Baca Juga:CEO Fidelity dan Kisah Crypto Winter Ketiganya

Dampak Bagi Pasar Kripto dan Bitcoin?

Selain itu, banyak yang sudah memperkirakan, salah satunya adalah Robert Kiyosaki yang merupakan investor ternama dan penulis buku Best Seller, “Rich Dad Poor Dad.”. Kiyosaki menilai bahwa resesi akan melanda AS, sehingga ia mengajak para pengikutnya di Twitter untuk lebih banyak membeli emas, perak dan Bitcoin.

Menurutnya, dolar AS akan habis dan jatuh terhantam. Di saat itulah, tiga aset lindung nilai (menurutnya) akan menjaga harta kekayaan Anda, bahkan melipatgandakannya. Selain Kiyosaki, ada beberapa pengamat yang juga melihat kripto akan bangkit akibat kejatuhan AS dalam resesi.

Disamping itu, minat terhadap aset berisiko akan kembali pulih saat dolar AS tak lagi menarik. Sehingga, dedolarisasi pun tampaknya akan marak dilakukan oleh negara lain. 

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis