Asal Ikuti Tren, Ini Pengalaman Investor Kripto Pemula Saat ‘Ditampar’ Market Crash

Cryptoharian – Market crash baru-baru ini seolah menjadi tamparan bagi pemula yang asal ikut investasi, dalam hal ini aset digital keuangan kripto. Salah satunya adalah Michelle Milkowski, seorang warga Renton, Washington.

Ia yang memiliki tempat penitipan anak, mengaku harus tutup pada saat awal pandemi. Pada saat itulah ia memiliki uang tabungan lebih. Mengutip dari npr.org, Milkowski akhirnya mengunduh salah satu aplikasi perdagangan digital.

Saat itu, pasar saham berada pada awal rekor, dan hobi baru Milkowski menjadi menguntungkan. Semenjak itu, dia terus menekuni perdagangan saham sembari mengeruk keuntungan disana.  

Namun, pada awal 2021 sesuatu yang lain menarik perhatiannya. Milkowski memperhatikan nilai Bitcoin telah mencapai US$60.000. Ia mengatakan, pertama kali dirinya mendengar tentang keuangan kripto populer pada tahun 2016, dan harganya kurang masih sangat terjangkau, bahkan untuk kalangan menengah kebawah.

“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya merasa seperti baru saja melewatkan perahu itu, karena saya bisa saja membelinya sebelum meroket,” ungkap Milkowski, Minggu (31/7/2022).

Pada musim semi lalu, Milkowski kembali melihat harga Bitcoin, dan mulai mengambil keputusan.  Dirinya mengaku menerapkan mindset lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pertama, Milkowski membeli US$500, kemudian US$10,000. Pada akhir tahun lalu, Milkowski memperkirakan, dia telah menghabiskan hampir US$30.000 untuk kripto.

Seperti banyak investor pemula, Milkowski membeli mata uang digital saat mereka mendekati level tertinggi sepanjang masa, dan karena perusahaan menghabiskan puluhan juta dolar untuk pemasaran untuk memperluas daya tarik kripto.

Keputusan ini diambil, lanjutnya, karena efek dari sejumlah pesohor, bintang acara televisi dan influencer di media sosial. Karena itulah, akhirnya timbul fenomena fear of missing out (FOMO) dalam dirinya. 

“Saya waktu itu sudah merasa aman untuk mencobanya, untuk menaruh uang saya di sana,” ujarnya.

Milkowski akhirnya bercabang dari Bitcoin, menjadi Ethereum, Shiba Inu, dan Luna, yang disebut “stablecoin” yang runtuh dengan cepat dan dahsyat pada bulan Mei.

Pasca crypto winter, Milkowski memutuskan untuk cut loss. Pada bulan Mei, Milkowski mencairkan  sepenuhnya apa yang tersisa di aset kripto miliknya. Dia memutuskan untuk cut loss, pada angka sekitar US$ 8,000. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube