Cryptoharian – Bitcoin (BTC) telah memberikan harapan yang begitu besar pada seluruh investornya, di mana kenaikan harga kerap kali terjadi. Berdasarkan data dari Coingecko, Bitcoin saat ini berada di level US$ 106.451, yang mencerminkan kenaikan sebesar 0,4 persen dalam kurun waktu 24 jam.
Akan tetapi peringatan dari salah satu pengamat pasar kripto populer di media sosial X, dengan nama akun Midas (@DeFiMidas), yang mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap sinyal bearish yang muncul di pasar.
Ia menegaskan, meskipun banyak yang optimis akan kelanjutan naiknya harga kripto, ada beberapa indikator yang menunjukkan potensi penurunan harga untuk Bitcoin, Ethereum dan Solana.
Dalam postingannya, Midas membahas tanda-tanda peringatan ini secara detil.
1. Bitcoin: Aktivitas Whale dan Sinyal Teknis
Di salah satu pernyataannya, dia mengklaim bahwa setelah Bitcoin berhasil menembus harga US$ 100.000, perilaku investor besar atau whale terlihat mulai berubah.
“Seminggu lalu, arus aset bersih Bitcoin positif di +28.750 BTC. Namun, sekarang angka turun menjadi -3.960 BTC,” ungkap Midas.
Analis tersebut mengartikan hal ini bahwa para whale telah menjual sekitar US$ 400 juta dalam bentuk Bitcoin. Selain itu, arus keluar Bitcoin dari bursa juga mulai melambat. Biasanya, ketika investor menyimpan Bitcoin di bursa, ini menandakan mereka ancang-ancang menjual.

Ini diperparah dengan indikator teknis MACD yang menunjukkan sinyal negatif. Hal ini dia tunjukkan dengan garis biru yang turun di bawah garis oranye, yang menandakan momentum jual meningkat. Jika tekanan jual terus berlanjut, Midas memperingatkan bahwa harga Bitcoin bisa kembali turun di bawah US$ 100.000.

2. Ethereum: Tantangan Meski Ada Kemajuan
Ethereum (ETH) memang meraih sejumlah pencapaian penting pada tahun ini, seperti peningkatan jaringan Dencun dan persetujuan ETF ETH di Amerika Serikat. Namun, tantangan besar masih membayangi.
“Biaya transaksi Ethereum masih sangat tinggi. Selain itu, dominasi pasar Ethereum kini hanya sekitar 13 persen, angka terendah sejak 2021,” ujarnya.
Baca Juga: Berapa Banyak Dogecoin yang Anda Butuhkan untuk Pensiun?

Di siklus pasar sebelumnya, Ethereum menjadi pemimpin utama altcoin dan mendorong pertumbuhan koin lainnya. Namun, situasi kali ini tampak berbeda. Dengan banyaknya solusi Layer-2 dan persaingan ketat dari blockchain lain, Ethereum perlu mengatasi hambatan ini agar bisa mempertahankan posisinya di pasar.
3. Solana: Tren Turun yang Berlanjut
Sementara itu, Solana (SOL) juga berada dalam tekanan. Harga Solana terus menurun selama beberapa hari terakhir, dan level support di US$ 220 terlihat makin rapuh.
“Sejak 23 November, grafik menunjukkan tren turun yang kuat. Terlebih lagi, Solana telah jatuh di bawah EMA 20 hari,” kata Midas.

Midas memprediksi ada dua kemungkinan untuk Solana dalam waktu dekat:
1. Skenario Positif: Jika harga berhasil menembus resisten di US$ 227, Solana berpotensi mencetak harga tertinggi baru (ATH).
2. Skenario Negatif: Jika tekanan jual meningkat, harga bisa jatuh ke US$ 200,60. Jika level ini tidak mampu bertahan, makan target support berikutnya adalah US$ 187.
“Saya menulis ini agar kita semua selalu ingat, tidak ada yang pasti di pasar kripto. Resiko selalu ada dan kita harus memahaminya,” pungkas Midas.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


