CryptoHarian

Bahaya! Harga Bitcoin Akan Terus Turun Hingga Q1 2020 Menurut Analis ini

Beberapa hari terakhir, Bitcoin (BTC) sangat volatil, harga sudah turun Rp 7 juta. Namun, pasar masih tidak bisa menentukan siapa yang akan menang dalam pertarungan Bears dan Bulls.

Analis sekarang mencatat bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan pada trendline utama yang dapat mempengaruhi harga untuk jangka pendek. Penembusan di harga ini akan menyebabkan penurunan lebih lanjut.

Pada saat pers, harga BTC berada di Rp 113 juta-an, menurut CoinGecko.

Bitcoin Jack, seorang analis crypto di Twitter, mengatakan bahwa jika BTC menyentuh level support di $7.880, ( Rp 110 juta), maka BTC akan diperdagangkan antara Rp 53 juta-an sampai Rp 93 juta-an. Yang paling menakutkan adalah harga BTC akan terus turun hingga 2020.

BJ juga menyebutkan 2 skenario alternatif, di mana jika harga berhasil ditutup di bawah $ 6.000 (Rp 84 juta), harga akan berakhir di $ 4.200-5.200 (Rp 59 juta- Rp 73 juta).

Baca Juga: Cara Daftar dan Aktivasi Mobile Banking BCA Dengan Cepat

Baca Juga: 10 Tips Belajar Affiliate Marketing untuk Pemula + Daftar

Baca Juga: Cara Menjadi Dropshipper Sukses Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Sebelumnya, zona yang sama juga memliki peran sebagai level Resistance, untuk BTC dan harga turun ke $3.100 (Rp 43 juta).

Apakah Harga BTC Akan Mencapai $20.000 (Rp 280 juta)?

Pada saat ini, harga tidak mungkin mencapai Rp 280 juta karena BTC sedang berada di zona overbought.

Baru-baru ini, Bitcoin telah meniadakan sekitar 47% dari keuntungannya dalam apa yang disebut aksi jual Musim Gugur setelah naik 263% di tiga kuartal fiskal pertama.

Banyak analis menganggap pergerakan menurun ini sebagai cara Bitcoin untuk menetralkan sentimen Overbought-nya dan penurunan ke harga sekarang adalah koreksi dari pasar, hal yang sangat normal.

Tetapi bagi BJ, koreksi Bearish adalah gerakan psikologis yang menunjukkan suasana akumulasi dan kapitalisasi peserta. Ia jugamengatakan bahwa para penambang, untuk saat ini, menjual Bitcoin mereka yang baru didapat, sehingga menambah tekanan jual di pasar.

Kapitulasi bisa berlanjut kecuali harga ditutup di bawah level $ 5.000 (Rp 60 juta). Itu juga akan membuat penambangan Bitcoin tidak menguntungkan bagi para penambang, yang akan mendorong mereka untuk menaikkan tingkat permintaan. Kemudian, periode akumulasi akan dilanjutkan. BJ pun mengatakan:

“Awasi volume on-chain dalam Bitcoin. Anda tidak bisa menyembunyikan Kapitulasi yang mengarah ke konsolidasi dengan lonjakan volume tinggi yang akan memberi tahu banyak transaksi OTC.”

Namun, dia juga mengatakan harga akan melebihi $200.000 bull-run berikutnya.

Pengamat pasar lainnya sebelumnya melaporkan penurunan dalam kesulitan penambangan Bitcoin. Analis Cryptocurrency Cole Garner dengan cepat mengatakan bahwa penambang kecil mematikan rig penambangan mereka karena terlalu mahal bagi mereka untuk melanjutkan operasi.

Cole menghubungkan fenomena tersebut dengan harga BTC yang semakin menipis, yang menyatakan bahwa itu akan segera jatuh ke dalam aksi penjualan besar-besaran!

Sementara itu, kapitulasi seperti itu telah membawa BTC ke level harga yang menarik. Investor yang ingin membeli cryptocurrency lebih murah pun dapat, oleh karena itu, memasuki pasar dengan harga murah sambil berspekulasi pada bias Bullish jangka panjang terhadap serangkaian fundamental yang menguntungkan, mulai dari peristiwa Halving tahun depan hingga krisis ekonomi makro yang sedang berlangsung. Kita lihat saja.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement