Bank of America: Bitcoin Itu Penting, Industri Crypto Terlalu Besar Untuk Diabaikan

Semakin besar dan semakin populer, itulah yang kini terjadi pada industri crypto dari sektor manapun, baik itu DeFi, game crypto, NFT dan juga jaringan utamanya itu sendiri, blockchain.

Memang, sejak kehadiran Bitcoin pada 2009 lalu, industri crypto benar-benar telah bertumbuh pesat dan sangat tidak terbayangkan oleh orang-orang di masa itu.

Ini bukan lagi sekedar industri ecek-ecek, ini sudah menjadi industri triliunan dolar.

Belum lama ini, Bank of America (BofA) telah menerbitkan laporannya yang bertajuk “Digital Assets Primer: Only the first inning,” yang dipimpin oleh Alkesh Shah, kepala Global Cryptocurrency and Digital Asset Strategy, untuk memberikan analisis mendalam tentang keadaan industri blockchain saat ini dari cryptocurrency hingga DeFi dan NFT.

Laporan tersebut mengatakan bahwa industri cryptocurrency dan layanan keuangan terdesentralisasi telah berkembang dan menjadi “terlalu besar untuk diabaikan.”

Peneliti BofA mencatat bahwa hampir 221 juta pengguna telah bertukar cryptocurrency atau menggunakan layanan DeFi, dengan pertumbuhan yang stabil.

Demikian pula, peningkatan partisipasi investor institusional merupakan indikasi yang jelas bahwa cryptocurrency lebih dari sekadar fenomena berlalu yang didorong oleh ritel.

Bank of America menyoroti bahwa selama paruh pertama tahun 2021, ekosistem DeFi menerima hampir $17 miliar dalam pendanaan dari investor institusional, ini kontras dengan $5,5 yang tercatat selama tahun 2020.

Demikian pula, merger dan akuisisi di ruang crypto naik dari $940 juta pada tahun 2020 menjadi $4,2 miliar pada 2021.

Baca Juga: Inilah 3 Faktor yang Dapat Mendongkrak Harga Bitcoin Berikutnya

Dalam sebuah PR resmi, Alkesh Shah mempertahankan sikap agnostik, menyatakan bahwa ada lebih banyak cryptocurrency daripada Bitcoin.

“Bitcoin itu penting, tetapi ekosistem aset digital jauh lebih penting. Penelitian kami bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi di seluruh industri termasuk keuangan, teknologi, rantai pasokan, media sosial dan game.”

Tim juga menegaskan bahwa cara kita berinteraksi dengan dunia dapat berubah secara radikal dengan munculnya teknologi blockchain:

“Dalam waktu dekat, Anda dapat menggunakan teknologi blockchain untuk membuka kunci ponsel Anda; membeli saham, rumah atau pecahan dari Ferrari; menerima dividen; meminjam, meminjamkan atau menyimpan uang; atau bahkan membayar bensin atau pizza.”

NFT juga tak luput dari sorotan bank raksasa AS ini.

Bank of America merilis sebuah laporan yang memastikan bahwa kenaikan Bitcoin menjadi $60.000 pada dasarnya didorong oleh spekulasi dan bukan oleh keuntungan yang melekat pada cryptocurrency:

“Secara umum, kami menemukan bahwa Bitcoin belum terlalu menarik sebagai lindung nilai inflasi karena komoditas dan bahkan ekuitas memberikan korelasi yang lebih baik terhadap inflasi. Karena itu, kami pikir argumen portofolio utama untuk menahan Bitcoin bukanlah diversifikasi, penurunan volatilitas, atau perlindungan inflasi, melainkan apresiasi harga semata, faktor yang secara eksklusif bergantung pada permintaan Bitcoin yang melampaui pasokan secara kuat.”

Apapun itu, Bitcoin dan pasar crypto memang telah menjelma menjadi aset “mahal” nan potensial. Sehingga, investor dari kelas manapun sudah mulai bersiap untuk terjun ke dalamnya. Kita lihat saja!


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis