Bank Sentral Tingkatkan Pencetakan Uang, Morgan Stanley Strategist Rekomendasikan Bitcoin

Kebijakan pencetakan uang besar-besaran oleh Bank Sentral Amerika, membuat Morgan Stanley Strategist merekomendasikan Bitcoin sebagai investasi alternatif.

Kepala Pasar Berkembang dan Kepala Strategi Global di Morgan Stanley Investment Management yang bernama Ruchir Sharma membahas saham, emas, dan Bitcoin pada wawancara dengan CNN baru-baru ini.

Investor dan manajer dana asal India itu menjelaskan bahwa saham teknologi dan aset berisiko sangat terpengaruh oleh kenaikan suku bunga yang diyakini akan naik lebih cepat dari perkiraan, bahkan mungkin pada awal tahun depan. Sharma melihat, harga saham begitu tinggi meski perekonomian sangat lemah.

Tahun depan, ketika pandemi Covid-19 berlalu dan ekonomi mulai pulih, Sharma memperkirakan kondisi yang akan terjadi justru sebaliknya. Dia mencatat bahwa saham akan kesulitan karena dukungan untuk mendapatkan likuiditas dan suku bunga itu akan hilang di tahun depan.

Ketika ditanya soal emas dan mata uang kripto, Sharma berkata, “ini adalah hal yang bersifat generasi.” Artinya, beberapa investor tua lebih memilih membeli emas sedangkan beberapa investor muda atau kaum milenial lebih memilih membeli lebih banyak Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Menurutnya, secara umum hal ini terjadi karena banyak orang mencari aset alternatif di tengah kebijakan Bank Sentral yang terus meningkatkan pencetakan uang. Sharma berpikir bahwa emas dan Bitcoin bisa bertahan dengan baik.

Sharma menambahkan, “emas khususnya, bekerja dengan sangat baik ketika suku bunga, yang disesuaikan dengan inflasi, jadi negatif dan saya melihat lingkungan itu berlangsung untuk sementara waktu,” prediksinya.

Namun, Sharma juga menegaskan bahwa emas adalah aset yang spekulatif. Artinya, dalam jangka panjang, saham bekerja jauh lebih baik dari pada emas.

Meskipun demikian, Sharma melihat emas relatif lebih baik dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang.

Sharma bukan satu-satunya yang percaya bahwa kebijakan Bank Sentral dalam mencetak uang besar-besaran akan berdampak pada kenaikan harga emas dan Bitcoin. CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz dan analis Weiss Crypto Ratings juga memiliki pandangan yang sama.

Beberapa analis memperkirakan hasil pemilihan presiden AS pada November nanti dapat meruntuhkan dolar AS, meningkatkan harga emas dan Bitcoin.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis