CryptoHarian

Benjamin Cowen Klaim Bitcoin Berada di Ambang Koreksi

Cryptoharian – Seorang analis kripto terkenal dengan nama Benjamin Cowen, baru-baru ini membagikan pandangannya yang menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) mungkin akan mengalami penurunan harga. Hal ini didasarkan pada analisanya, yang menunjukkan Bitcoin sedang berada di ambang koreksi.

Melansir dari dailyhodl.com, Cowen mengamati pola yang terjadi antara Bitcoin dan emas yang mungkin menunjukkan adanya koreksi pada BTC.

“Pada tahun 2019, harga Bitcoin mulai turun setelah harga emas melonjak ke level tertinggi,” ungkap Cowen, Senin (24/6/2024).

Dari apa yang ia lihat, pola ini akan kembali terjadi dalam beberapa waktu mendatang.

“Emas juga melonjak pada tahun 2019, dan banyak yang berkata ‘kali ini berbeda’, tapi apakah benar berbeda? Mungkin saja,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah orang yang ia berikan respect, memprediksi bahwa harga emas akan naik dan kemungkinan terjadinya besar. Namun, Cowen menunjukkan bahwa ketika harga emas naik pada tahun 2019 lalu, terjadilah koreksi pada aset Bitcoin.

Selain itu, Cowen juga menyoroti bahwa harga tertinggi Bitcoin pada tahun ini bertepatan dengan lonjakan harga emas. Ia berdalih, sinkronitas ini memperkuat kemungkinan aset Bitcoin bakal mengalami koreksi serupa dengan yang terjadi pada tahun 2019.

Baca Juga: Benjamin Cowen: Altseason Akan Datang Setelah Ini Terjadi

“Saya tidak bilang bahwa apa yang saya katakan ini benar, karena mungkin saja tidak. Tetapi sejauh ini pola tahun 2019 belum mengalami perubahan. Jika Anda melihat emas, kapan harganya melonjak? Itu terjadi pada akhir Februari atau awal Maret. Saat itulah saat Bitcoin mencapai puncak lokalnya,” kata Cowen.

Sementara itu analis lain di platform X dengan julukan Crypto Chase, menyatakan bahwa BTC akan mengalami koreksi lebih jauh dalam waktu dekat.

“Untuk memahami pergerakan Bitcoin baru-baru ini, kita bisa mulai dari US$ 66.000 yang merupakan kunci bullish untuk menggapai level US$ 72.000,” paparnya.

Ia pun lantas mengambil keputusan untuk masuk long di angka US$ 66.000 dan berhasil mengambil keuntungan di US$ 69.500 setelah lonjakan cepat pasa pengumuman CPI.

Nah, ketika harga mengalami penurunan, ia membidik angka US$ 64.500. Namun, ia mengaku tidak bullish pada level tersebut. Pasalnya, ia memperkirakan bahwa likuiditas tersebut akan memberikan lonjakan.

“Jika itu terjadi, maka saya akan take profit di angka US$ 68.500,” tulis Chase.

Dia pun lantas bersyukur karena tidak memasang posisi di angka US$ 63.000 hingga US$ 64.000 dalam jangka mingguan. Pasalnya, saat ini harga Bitcoin semakin turun di bawah US$ 61.000.

Kini dengan adanya pengembalian yang akan dilakukan oleh Mt Gox pada para kreditur, Chase mengaku kesulitan untuk memutuskan apakah akan memasang posisi di US$ 60.000 atau US$ 58.500, atau hanya menunggu dan melihat situasi berkembang.

“Juni ini merupakan bulan yang hebat. Saya kira kita mengalami koreksi ke level yang cukup penting di sini. Saya mungkin akan memasang beberapa posisi antara US$ 60.000 dan US$ 58.500,” pungkas Chase.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.