Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi baru di US$ 122.838 pada Senin pagi, memicu reli pemulihan luas di pasar kripto. Salah satu negara yang paling diuntungkan dari lonjakan ini adalah El Salvador, pelopor adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Dengan harga BTC yang meroket, nilai kepemilikan Bitcoin El Salvador kini melampaui US$ 751 juta, naik 113 persen sejak negara tersebut mulai menerapkan strategi DCA, dan 148 persen sejak pembelian pertama di tahun 2021.
Melansir dari dailycoin.com, Presiden El Salvador Nayib Bukele memulai strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada 18 November 2022 dengan pendekatan sederhana namun konsisten.
“1 Bitcoin a day keeps the trouble away.”
Meski sempat dicemooh karena membeli Bitcoin di harga tinggi dan membuat lelucon bahwa ia sering melakukan transaksi ‘dari dukungan toilet’, Bukele tetap menjalankan visinya dengan percaya diri, dan kini angka membuktikan hasilnya.
Keuntungan yang tercatat hingga saat ini mencapai US$ 242 juta, menjadikan El Salvador sebagai salah satu negara paling sukses dalam investasi secara makro.
Baca Juga: Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi Baru di $120.600, Apakah Akan Lanjut Naik?
Namun keberhasilan ini tidak datang tanpa gesekan. Dana Moneter Internasional (IMF) sejak awal menentang kebijakan pro-Bitcoin Bukele. Lembaga tersebut bahkan melarang lembaga pemerintah El Salvador untuk membeli Bitcoin, memicu ketegangan diplomatik dan ekonomi.
Meski demikian, El Salvador tetap konsisten membangun cadangan Bitcoin mereka melalui cold wallet nasional. Dan tampaknya, hasilnya mulai mengubah persepsi global.
Pada Mei 2025, IMF justru menyetujui subsidi senilai US$ 120 juta bagi El Salvador melalui Extended Fund Facility (EFF), sinyal bahwa IMF mulai lebih lunak terhadap pendekatan ekonomi digital narasi tersebut.
Kecepatan ini memungkinkan El Salvador mempercepat reformasi ekonomi sekaligus memperkuat cadangan fiskal, tanpa mencabut inisiatif kripto nasional.
El Salvador bukan hanya mengadopsi Bitcoin secara simbolis — mereka membangun model baru pengelolaan keuangan negara berbasis kripto. Meski sempat dianggap spekulatif dan berisiko tinggi, hasil nyata dari strategi DCA jangka panjang kini mulai diakui.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.









