Berita Bitcoin: Hasil CPI Bikin Harga BTC Beri Sedikit Harapan di Tengah Kekacauan FTX

Cryptoharian – Kripto dan saham tengah mengalami reli pada hari Kamis, setelah laporan CPI bulan Oktober menunjukkan bahwa inflasi AS akhirnya mungkin mulai mendingin.

Laporan terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja menemukan bahwa indeks harga konsumen naik 7,7% selama 12 bulan terakhir. Meskipun jauh di atas target inflasi 2% Federal Reserve, ini merupakan langkah positif dari angka 8,2% bulan September.

Pasca di-rilisnya laporan tersebut, harga Bitcoin meningkat terpantau meningkat sebesar 12.9% dari US$15.600 menjadi US$17.500. Ethereum, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami lompatan yang lebih besar, naik dari sekitar US$1.200 menjadi US$1.273 hanya dalam beberapa saat dan saat ini berada dalam posisi US$1.330. 

Kenaikan ini menjadi sedikit kelegaan bagi sebagian hodler, melihat harga aset yang terus jatuh dihantam oleh klaster FTX pada pekan ini. Meskipun beberapa orang menyamakan Bitcoin dan kripto langka lainnya dengan lindung nilai inflasi, pasar aset digital sangat berkorelasi dengan saham selama dua tahun terakhir. 

Melihat grafik pasar Tradingview, altcoin lain pun juga mengalami peningkatan hari ini. Diantaranya adalah Polygon (MATIC) yang naik lebih dari 24% dalam 24 jam terakhir, sementara XRP dan Dogecoin telah meningkat harganya lebih dari 8%. 

Baca Juga: CEO Coinbase Klaim Tidak Ada Kerugian Materil Atas Kejatuhan FTX

SBF Lontarkan Permintaan Maaf Atas dan Berikan Update

Dalam cuitan terbaru hari ini, CEO FTX Sam Bankman Fried melontarkan permintaan maaf atas kekacauan yang terjadi, sembari memberikan update terbaru kondisi perusahaannya saat ini. Ia mengatakan bahwa, secara transparan tangannya terikat selama durasi kemungkinan kesepakatan Binance. 

“Saya tidak diizinkan untuk berbicara banyak di depan umum. Tapi tentu saja keputusan ada pada saya bahwa kami bakal berada di sana di tempat awal,” ungkap SBF. 

Dalam update yang ia bagikan, ia mengatakan bahwa bursa FTX di Amerika Serikat baik-baik saja, sedangkan yang bermasalah adalah FTX Internasional. Dalam paparannya, FTX International saat ini memiliki total nilai pasar aset/jaminan lebih tinggi dari simpanan klien (bergerak dengan harga!). Tapi itu berbeda dari likuiditas untuk pengiriman. Likuiditas sangat bervariasi, dari cukup sedikit hingga sangat sedikit.

“Kisah lengkapnya di sini adalah, yang pertama saya masih menyempurnakan setiap detailnya, tetapi sebagai level yang sangat tinggi, saya mengacaukannya dua kali.Pertama kali, pelabelan internal yang buruk dari rekening terkait bank berarti bahwa saya secara substansial tidak merasakan margin pengguna. Saya pikir itu jauh lebih rendah,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengira bahwa Leverage: 0x. Likuiditas USD siap dikirim: penarikan harian rata-rata 24 kali. Yang terjad sebenarnya, Leverage: 1.7x Likuiditas: 0,8x penarikan hari Minggu. Pihaknya melihat penarikan sekitar US$5 miliar pada hari Minggu, yang merupakan terbesar dengan margin yang sangat besar.

“Saya mengacau dua kali, dan itu memberi tahu saya banyak hal baik secara khusus maupun secara umum. Dan ketiga kalinya, karena tidak cukup berkomunikasi. Aku seharusnya mengatakan lebih banyak. Mohon maaf karena saya dihadapkan dengan hal-hal yang harus dilakukan dan tidak memberi kabar terbaru kepada Anda semua,” kata SBF.

Kendati demikian, SBF menyatakan bahwa setiap sen dari dana investor serta jaminan yang ada, akan langsung diberikan kepada pengguna, kecuali atau sampai pihaknya telah menyelesaikannya masalah ini. Setelah itu, investor lama dan baru, serta karyawan yang telah memperjuangkan apa yang benar untuk karier mereka, tidaklah bertanggung jawab atas kesalahan apa pun.

“Karena pada akhirnya, saya adalah CEO, yang artinya Saya yang bertanggung jawab untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya, pada akhirnya, seharusnya berada di atas segalanya. Saya jelas gagal dalam hal itu. Saya minta maaf,” pungkas SBF. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.