Berita Bitcoin: Penambang Bitcoin Terancam Gulung Tikar Jika Harga Tidak Segera Naik

Cryptoharian – Harga aset Bitcoin (BTC) kian memperlihatkan penurunan hingga berada pada kisaran di bawah US$ 16.000. Hal ini tak diragukan lagi lantaran jatuhnya salah satu korporat raksasa kripto, yakni FTX.

Kejatuhan itu tak hanya berdampak pada harga BTC, namun juga sejumlah perusahaan besar lain seperti BlockFI, Genesis dan bahkan penambang kripto di seluruh dunia.

Dalam hal ini, banyak penambang kripto dari perusahaan ataupun perorangan yang telah memberhentikan operasinya, lantaran merosotnya harga BTC sepanjang tahun 2022 ini. Seperti yang disampaikan oleh Founder Capriole Fund, Charles Edwards yang mengklaim bahwa Jika harga BTC tidak segera naik, maka akan ada banyak penambang gulung tikar.

“Ini adalah pertumpahan darah bagi para penambang Bitcoin. Penambang paling agresif menjual dalam hampir 7 tahun sekarang. Naik 400% hanya dalam 3 minggu! Jika harga tidak segera naik, kita akan melihat banyak penambang Bitcoin gulung tikar,” ungkap Edwards.

Edwards menambahkan, mine and hold bukanlah strategi yang layak dilakukan saat ini oleh para penambang BTC. Pasalnya, hal ini merupakan konsekuensi enam bulan lalu, saat ada statement arogan yang menyatakan bahwa penambang ‘tidak pernah menjual’ yang menyebar luas. 

“Apa yang kita lihat tidak berkelanjutan. Mine-and-hodl bukanlah strategi yang layak sebagai penambang Bitcoin. Penambang membayar konsekuensi dari arogansi “tidak pernah menjual” yang tersebar luas hanya 6 bulan yang lalu. Anda perlu mengelola (memperdagangkan) posisi Bitcoin Anda secara konstan di pasar ini,” ujarnya.

Sementara itu, analis on-chain Glassnode mengatakan bahwa hash price penambang BTC, telah jatuh ke level terendah baru sepanjang masa di US$ 58.300 per Exahash per hari. Dengan harga $BTC sekarang turun lebih dari 76% dari puncaknya, industri pertambangan tetap berada di bawah tekanan besar.

“Saat berita tentang kejatuhan FTX pecah minggu lalu, penambang BTC mendistribusikan tambahan 8.25 ribu koin untuk menopang neraca mereka. Ini menyisakan sekitar 78 ribu token dalam perbendaharaan penambang, dan menghapus semua pertumbuhan saldo pada tahun 2022,” paparnya.

Kendati demikian, menurutnya untuk menekankan poin ini, penambang BTC saat ini membelanjakan 135% dari koin yang dikeluarkan setiap hari.

“Ini menyiratkan bahwa secara agregat, penambang mendistribusikan semua 900 koin BTC yang baru dicetak, serta tambahan 315 koin dari perbendaharaan mereka setiap hari,” pungkas Glassnode.[St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.