Berita Kripto: Asia Ternyata Jadi Benua dengan Korban FTX Terbanyak

Cryptoharian – Sudah banyak orang yang kehilangan uang, lantaran runtuhnya perusahaan FTX. Namun, terdapat data menunjukkan bahwa banyak dari mereka berbasis di Asia. Seperti diketahui, FTX International melayani klien di luar Amerika Serikat. Salah satu basis pelanggan terbesarnya adalah Taiwan, dan ternyata jumlah korban di sana sangat mengejutkan.

Menurut outlet industri China Wu Blockchain, jumlah korban Taiwan bisa lebih besar dari pada runtuhnya Lehman Brothers. Pada Kamis (17/11/2022), Colin Wu menerbitkan sebuah wawancara dengan Enlighten Law Group yang mengungkapkan tingkat kerugian. 

“Status Korban FTX Taiwan, Penyebab dan Peristiwa Selanjutnya. Pengacara memperkirakan bahwa Taiwan mungkin memiliki lebih banyak korban FTX daripada Lehman Brothers (50.000). Orang Taiwan tidak mempercayai pertukaran yang dibuka oleh orang Cina, dan FTX adalah satu-satunya pertukaran yang dibuka oleh orang non-Cina,” tulis Wu Blockchain dalam akun resmi Twitternya.

Dalam cuitannya, Wu Blockain menyatakan bahwa FTX telah meluncurkan produk dengan bunga stablecoin 8%, yang sangat populer di Taiwan. Suku bunga deposito bank Taiwan hampir nol. Beberapa orang bahkan meminjam uang dari bank untuk menyimpan FTX demi mendapatkan bunga.

“Pengacara memperkirakan bahwa mungkin diperlukan waktu tiga tahun yang sama bagi FTX untuk menyelesaikan likuidasi kebangkrutan kali ini, dan tujuannya juga untuk memulihkan 30% dana,” lanjutnya.

Firma hukum tersebut menyatakan bahwa saat ini mewakili 950 orang di Taiwan. Selain itu, ini hanya satu perusahaan, jadi angka sebenarnya masih jauh lebih tinggi. Disebutkan, bahwa pada saat Lehman bangkrut pada September 2008, jumlah korban di Taiwan lebih dari 50.000. Jumlah total yang hilang lebih dari US$2 miliar. Kebangkrutan Lehman Brothers adalah klimaks dari krisis subprime mortgage.

Namun, ketika mengacu pada runtuhnya FTX, Wu Blockchain menyatakan ada dugaan jumlah korban di Taiwan mungkin lebih tinggi kali ini. Diungkapkan juga bahwa 90% dari korban adalah individu atau investor ritel. 

FTX diketahui menarik pedagang Taiwan karena bukan milik Cina. Banyak yang tetap khawatir tentang privasi pribadi dan kebocoran data dari bursa China dan entitas yang dikendalikan negara. Selain itu, orang Taiwan bukan satu-satunya korban Asia karena orang Korea Selatan dan Singapura juga menderita kerugian besar. Pada akhir Agustus, kota terbesar kedua di Korea Selatan, Busan, bermitra dengan FTX untuk membangun bursa baru.

Di samping itu, pusat kripto terkemuka di Asia yakni Singapura, juga terpukul akibat jatuhnya FTX. Menurut Straits Times, sebanyak 5% dari semua korban FTX tinggal di Singapura. Menurut laporan, FTX memiliki entitas Singapura bernama Quoine. Ini memiliki izin bank sentral untuk menerima pelanggan lokal sambil menunggu peninjauan aplikasi lisensinya.

Seorang juru bicara Otoritas Moneter Singapura mengatakan FTX dan Quoine beroperasi sebagai badan hukum yang terpisah. Akibatnya, mereka yang kehilangan uang melakukannya melalui FTX. Tingkat kerugian finansial yang disebabkan oleh SBF dan FTX masih belum jelas. Namun, sebagian besar telah mempengaruhi asia lebih dari daerah lain. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.