CryptoHarian

Mau Memulai Bisnis Laundry Untuk Pemula? Simak 4 Rahasia Ini

Apakah anda tertarik untuk memulai bisnis laundry? Bisnis ini dapat dikatakan jarang dilirik jika dibandingkan dengan bisnis lainnya yang sedang trending seperti; minuman cepat saji (kopi, milktea dsb), elektronik maupun kuliner (restoran).

Sebenarnya bila dapat ditekunin dengan baik, usaha laundry dapat memberikan anda keuntungan yang besar, karena mencuci pakaian adalah kebutuhan utama kita semua, bukankah begitu? 

Kita tidak hanya mencuci pakaian sehari-hari. Kita bahkan ingin melakukan dry clean untuk gaun pesta favorit, maupun tuxedo yang baru anda jahit dari desainer ternama. Ataupun jika karpet dan horden di rumah sudah kotor, kita tidak mungkin mencucinya sendiri karena bingung harus menjemurnya seperti apa mengingat ukuran kainnya yang terlalu besar!

Kita setuju melihat kebiasaan dan gaya hidup manusia jaman sekarang yang tidak mau repot dan ingin langsung beres, laundry adalah solusi yang tepat guna membantu kita semua meringankan tugas rumah harian. 

Sekarang tanpa basa-basi kami akan memberikan anda panduan dan langkah bermanfaat mengenai memulai bisnis laundry ini, termasuk dari potensi target market, cara memulainya, tips memasang harga, kalkulasi biaya yang krusial, pemasaran dan franchise. Mari langsung kita simak ulasannya sebagai berikut! 

Cara Memulai Bisnis Laundry

Bagaimana jika anda tidak ingin mencelupkan kedua kaki anda kedalam bisnis ini karena masih belum tahu apakah semua investasi anda akan kembali? Tidak masalah sama sekali, oleh karena itu, kita perlu melakukan investasi terukur dengan tidak menaruk semua telur anda dalam 1 keranjang.

Ini menjadi lebih penting lagi, bagi mereka yang mempunyai modal yang minim untuk menghindari kebangrutan dan kami sangat tidak menginginkan itu terjadi kepada pembaca. 

Saat pertama kali memulai, kami sarankan anda melakukan riset terlebih dahulu mengenai target market anda seperti yang akan dibahas dibawah. Setelah itu, pelajari bisnis ini dari perusahaan yang sudah ada dan yang berhasil tentunya – dengan mengikuti seminar pendek bagi mereka yang mengadakannya. 

Disana anda akan mengetahui lebih banyak pengetahuan teknikal yang benar-benar penting ketimbang mereka yang memberikan anda janji tentang pemasukan yang berlimpah-limpah. Jangan cepat terbuai tentang janji-janji yang seperti itu. 

Saat mengikuti seminar, carilah yang pas dengan kantong anda juga, tidak perlu memaksakan harus ikut seminar dengan harga yang mahal dengan berfikir pastilah itu lebih bagus. Terkadang tidak selalu demikian. 

Setelah mengikuti seminar, anda dapat melakukan riset mendalam dengan gratis via online. Bandingkanlah harga mesin cuci A, B dan C. Carilah informasi mengenai merek dan harga mesin pengering laundry, bahan baku, setrika, selang regulator dan lainnya. 

Untuk basics, biasanya peralatan dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Mesin cuci dan pengering
  • Setrika uap
  • Timbangan 
  • Keranjang pakaian
  • Hanger pakaian
  • Plastic laundry
  • Deterjen 
  • Alkalite/pengangkat kotoran
  • Softener
  • Pemutih 
  • Pelican setrika
  • Pengharum/parfum
  • Penghilang noda tinta/darah
  • Penghilang noda karat
  • Penghilang noda oli/lemal
  • Kain penanda 
  • Nota/bon
  • Botol spray
  • Lakban dispenser
  • Gelas takar

Setelah melakukan riset dan membandingkan harga, anda dapat mulai mengkalkulasi biaya pengeluaran (modal awal) yang diperlukan dan biaya bulanan yang perlu dipersiapkan. Agar lebih mudah dipahami mari kita lihat daftar yang bisa anda lakukan dibawah ini:

Langkah-langkah awal memulai bisnis laundry anda:

  • Mengikuti kelas-kelas maupun seminar.
  • Melakukan riset mendalam (gratis) sebagai pengetahuan tambahan via online.
  • Menentukan target market anda dan merumuskan harga/tarif yang akan anda pasang.
  • Menentukan servis laundry, jenis apa saja yang akan anda sediakan. 
  • Mencari alat-alat yang diperlukan dan membandingkan harga.
  • Melakukan kalkulasi modal awal dan pengeluaran selama 6 bulan pertama. 
  • Mencari lokasi, tempat yang strategis. 
  • Memikirkan sumber daya manusia yaitu karyawan dan staff anda nantinya. 
  • Apakah anda memerlukan partner untuk bisnis ini jika tidak yakin melakukannya sendirian?

1.Memahami Target Market anda

Sebelum memulai usaha ini, ada baiknya anda mendefinisikan dan menentukan target pasar terlebih dahulu. Untuk saat ini terdapat beberapa bisnis laundry yang sudah ada di Indonesia dengan brand positioning yang berbeda-beda. Sebut saja 5āsec dengan tagline mereka ‘textile expert’ yang terkenal diantara kalangan papan atas. Mereka menargetkan pelanggan seperti perusahaan fashion yang sudah establish, para perancang busana maupun customer perorangan kelas atas untuk menggunakan servis mereka. Dengan mendefinisikan target market, anda jadi tahu bagaimana harus mendesain logo, melakukan branding, menyesuaikan pelayanan dan juga harga. 

Untuk saat ini jika kita belajar dari perusahaan 5āsec, servis laundry mereka mencakupi:

  • Dry and wet cleaning
  • Maxima
  • Ironing
  • Linen
  • Anti dust mite
  • Carpet expert
  • Plush expert
  • Hourly service
  • 24 hours outlets
  • Operational hours
  • Customer care

Akan sangat baik jika perusahaan laundry anda nantinya adalah all-in-one stop karena itu akan memudahkan pelanggan yang misalnya ingin melakukan laundry yang bukan hanya pakaian. 

Jika anda tidak ingin menarget kalangan atas, cari pasar lain seperti expatriat atau professional muda yang tinggal di apartmen dan rumahan, ataupun pasangan suami istri karena biasanya mereka sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk mencuci pakaian. 

Jika tidak mereka, masih banyak pasar lainnya misalnya anak kost yang sedang menempuh studi mereka di universitas. Pelajari pasar anda, dimana tempat tinggal mereka dan item seperti apa yang mungkin akan mereka laundry. 

2.Tips Memberi Harga dan Tarif Laundry

Harga haruslah disesuaikan dengan target market dan kondisi lingkungan anda. Bisa juga berdasarkan kecepatan waktu pengerjaan. Pengerjaan normal memakan waktu 3-4 hari yang berarti harga yang dikenakan tentu lebih murah daripada pengerjaan kilat 1 hari. Harga juga akan bervariasi dari bahan dan jenis pakaian. 

Cara mudah lainnya yang dapat dipelajari adalah langsung mencoba melakukan laundry pada area sekitar anda, biasanya mereka akan memberikan anda nota atau struk untuk pegangan. Pada nota itu, terdapat daftar harga sesuai jenis pakaian yang bisa anda pelajari strukturnya. 

Untuk daerah Jakarta, harga yang normal untuk bisnis laundry adalah Rp 5.000- Rp 7.000. Itu adalah laundry kiloan. Jika anda menawarkan laundry kilat, dry-clean, dsb. Harga akan menjadi lebih mahal.

Kita bisa menargetkan 100kg per hari. Jika kita hitung 100kg x Rp 5.000 x 30 hari= Rp 15 juta. Jika ditempat anda ramai dengan pelajar, mendapatkan 200kg perhari bukanlah mimpi.

3.Kalkulasi Biaya dan Pengeluaran

Hal ini sangatlah penting karena jika tidak ada kalkulasi terukur, ada kemungkinan anda menjadi terkejut akan pengeluaran extra yang tidak terduga pada beberapa bulan pertama. 

Bisnis yang sehat harus seimbang dengan pengaturan keuangan yang baik. Anda harus memastikan biaya operasional terekam dan tercatat dengan tepat. Dengan demikian anda akan meminimalisir kebocoran anggaran. Jika tidak, sangat sulit untuk menghitung keuntungan bersih bisnis anda karena tidak tahu bagimana uang anda terpakai. 

Jika anda berhasarat membangun bisnis laundry yang sederhana saja pada awalnya, mari kita jabarkan perkiraan rincian modal usaha laundry anda sebagai berikut: 

  • 2 unit mesin cuci Rp 3.000.000 (sekitar 1.4 juta-an untuk merk Sharp 2 Tabung ES-T77DA)
  • 1 unti mesin pengering Rp 3.500.000- Rp 4.500.000
  • 3 buah setrika Rp 450.000
  • 1 buah timbangan Rp 150.000
  • 2 buah rak baju kayu Rp 1.000.000
  • 1 buah meja Rp 250.000
  • 3 buah kursi plastic Rp 150.000
  • 5 pack hanger dan jepitan Rp 150.000
  • 3 buah ember Rp 120.000

Perkiraan modal awal anda untuk usaha laundry sederhana adalah Rp 8.770.000,- 

Sedangkan biaya operasional selama satu bulan pertama adalah seperti di bawah ini:

  1. Listrik= Rp 1.000.000
  2. Air= Rp 700.000
  3. Deterjen= Rp 250.000
  4. Pewangi= Rp 150.000
  5. Pewangi Setrika= Rp 100.000
  6. Buku nota= Rp 35.000
  7. Gaji 1 Karyawan= Rp 1.500.000 (Coba cari anak SMP/SMA)

Total biaya operasional per bulan sebesar Rp 3.735.000

Modal awal + biaya operasional = Rp. 8.770.000 + Rp. 3.735.000 = Rp. 12.505.000

Perkiraan diatas adalah jika anda memiliki tempat bisnis sendiri. Jika anda perlu menyewa tempat, carilah lokasi yang bisa disewa perbulan saja agar tidak membebankan anggaran anda. 

4.Pemasaran dan Franchise

Semua bisnis membutuhkan marketing dan pemasaran pada awal mereka didirikan, jika tidak demikian brand anda tidak akan memiliki exposure sehingga kesempatan untuk diketahui orang banyak juga susah. 

Buatlah brosur dan bagikan kepada penghuni rumah-rumah disekitar anda. Cara lain juga dapat berupa iklan secara online via social media dan aplikasi chat yang kian memudahkan penyebar luasan berita secara gratis maupun prabayar. 

Cara lain adalah melakukan approach langsung ke kerabat, teman anda sendiri dan berikan free trial pada beberapa bulan pertama jika ini memungkinkan dan tidak membebani anda. Dengan demikian ini akan menciptakan promosi word of mouth secara organic apabila servis anda memang bagus. 

Selanjutnya adalah membuat situs resmi yang dapat diakses oleh banyak orang yang berpotensial menjadi customer anda. 

Jika anda adalah salah satu orang yang memiliki banyak modal dan ingin mengambil langkah yang lebih sederhana, coba saja untuk mengambil bisnis waralaba dan franchise laundry. Kini sudah banyak sekali perusahaan yang menawarkan franchise ini dan tinggal anda pilih sesuai budget dan preferensi anda. 

Komentar

Baiklah para entrepreneur sekalian, usai sudah pembahasan kami mengenai cara memulai bisnis laundry anda. Semoga bermanfaat dan jangan takut untuk memulai tentunya! Salam sukses. 

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement