Cryptoharian – Seorang teknisi pasar kripto terkenal bernama Adrian Zdunczyk telah merilis laporan komprehensif tentang Bitcoin (BTC). Laporan tersebut, ia unggah lewat platform media sosial X, dimana ia membeberkan terkait informasi kunci, grafik, tingkat dukungan dan resistensi serta prediksi untuk masa depan mata uang kripto utama ini.
Laporan tersebut, ia rangkum dalam sebuah penjelasan singkat dengan sejumlah poin utama yang disorot olehnya.
1. Bull Run Tetap Utuh
Salah satu temuan utama dari laporan Zdunczyk adalah ketahanan dari tren bullish Bitcoin dalam kisaran US$ 25.000 hingga US$ 31.000, yang diidentifikasi sebagai zona pelemahan tahun 2022. Laporan ini menyoroti tren 200 minggu yang naik di level US$ 27.700 dan dukungan signifikan yang ditawarkan oleh SMA 50 hari di US$ 24.000. Menurut laporan tersebut, tren dominan adalah naik, yang menunjukkan bahwa penurunan seharusnya dianggap sebagai peluang beli.
2. Bitcoin sebagai Saham Teknologi
Laporan Zdunczyk menggali analisis teknis antar pasar, dan mengungkapkan korelasi 7 minggu sebesar 0,39 dengan S&P 500. Korelasi jangka panjang mengalami peningkatan, dimana Bitcoin “menjadi” saham teknologi. Selain itu, menurut laporan ini, Bitcoin telah mengungguli saham-saham pertahanan dalam hal kekuatan relatif.
3. Analisis Grafik
Pada grafik harian, laporan Zdunczyk tersebut menunjukkan titik reversion mean Bitcoin Price Oscillator (BPRO) 200 hari yang turun di US$ 28.500 dan volatilitas 50 hari, yang berada pada US$ 670 (ATR). Tingkat resistensi utama yang perlu diperhatikan adalah US$ 31.800 (swing high) dan US$ 27.600 (SMA200).
Berita Bitcoin: Pasar Mulai Tenang di Awal September, Bisakah Bitcoin Mulai Bergerak Naik?
4. Sistem Tren dan Sentimen
Dalam laporan ini, tercatat juga terkait sistem tren yang menunjukkan setup tren bearish untuk BPRO Trailers. Dalam hal ini, investor diingatkan untuk antisipasi hambatan harga antara CTF Stop di US$ 27.173 dan HTF Stop di US$ 27.668.
Zdunczyk berpendapat bahwa pasar bearish jangka pendek mungkin masih akan berlanjut untuk saat ini. Selain itu, sentimen seputar Bitcoin saat ini berada pada tingkat ketakutan, dengan bias perilaku seperti kerugian penghindaran, bias penyesalan, perankingan, dan heuristik semakin kuat seiring perkembangan kisaran. Situasi ini berpotensi menghasilkan ledakan saat kisaran tersebut berkembang lebih lanjut.
5. Tekanan Penambang dan Musim
Salah satu laporan Zdunczyk merujuk pada biaya produksi penambang Bitcoin, yang saat ini berada pada US$ 30.500. Menurutnya, penambang menghadapi tekanan yang meningkat dan potensi kekuatan penjualan dapat memengaruhi pasar. Selain itu, laporan mencatat bahwa bulan September secara historis cenderung menjadi bulan kinerja terburuk untuk Bitcoin, dengan kerugian rata-rata sebesar -6,45 persen.
Namun, terdapat laporan juga bahwa Q4 secara historis telah mengalami kenaikan yang signifikan, dengan peningkatan rata-rata sebesar +50,84 persen. Oleh karena itu, peluang pembelian jangka panjang mungkin lebih menguntungkan pada paruh kedua September.
Baca Juga: Analis Bitcoin Terkenal Rilis Analisa BTC Untuk September, Berikut Poin yang Disorot
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


