CryptoHarian

Bitcoin Berpotensi Mencapai US$40.000 Menurut CME

Cryptoharian – Peminat Bitcoin dari kalangan pengelola investasi institusional mengalami lonjakan signifikan, terutama setelah Chicago Mercantile Exchange (CME) Bitcoin futures melampaui pasar BTC futures Binance pada 10 November lalu.

Melansir dari cointelegraph.com, peningkatan ini mencerminkan keyakinan yang tumbuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai level di atas US$ 40.000 dalam waktu dekat.

Pada hari Rabu (29/11/2023), minat terbuka Bitcoin futures di CME mencapai US$ 4,35 miliar, mencapai titik tertinggi sejak November 2021 saat Bitcoin mencapai rekor tertinggi US$ 69.000.

Kenaikan yang mencolok sebesar 125 persen dalam minat terbuka BTC futures di CME sejak pertengahan Oktober berkaitan erat dengan antisipasi persetujuan spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF). 

Pengelola investasi institusional memiliki pilihan beragam untuk menghindari biaya tinggi yang terkait dengan kontrak berjangka. Dalam hal ini, mereka dapat memilih opsi Bitcoin CME yang memerlukan modal lebih sedikit dan memberikan paparan panjang yang serupa.

Selain itu, perdagangan ETF dan catatan diperdagangkan di bursa (ETN) yang diatur di wilayah seperti Kanada, Brasil, dan Eropa dapat menjadi alternatif lain.

Meskipun terlihat berisiko bagi manajer aset besar, karena menggunakan kontrak derivatif pada keputusan yang masih menunggu persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC) hingga pertengahan Januari, pertumbuhan yang terjadi dalam minat terbuka Bitcoin futures di CME menunjukkan minat yang semakin meningkat dari para pengelola investasi institusional.

Perkembangan penting pada dua hari lalu, merupakan lonjakan premi tahunan untuk CME Bitcoin futures. Pasalnya, kenaikan terjadi 15 persen menjadi 34 persen, akhirnya stabil di 23 persen pada akhir hari. 

Premi tahunan di atas 20 persen menunjukkan optimisme substansial, dimana hal tersebut menandakan pembeli bersedia membayar premi besar untuk membuka posisi panjang dengan leverage besar. Saat ini, metrik tersebut berada di 14 persen, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong pergerakan tidak biasa tersebut tidak lagi begitu berpengaruh.

Selama delapan jam pada 28 November, harga Bitcoin naik dari US$ $37.100 menjadi US$ 38.200. Meskipun sulit menentukan apakah lonjakan ini disebabkan oleh pasar spot atau kontrak berjangka, para pedagang disarankan untuk melihat data pasar opsi BTC untuk konfirmasi minat yang meningkat dari pengelola investasi institusional.

Berdasarkan data skew delta 25 persen opsi BTC selama 30 hari, yang secara konsisten berada di bawah ambang -7%, pada 28 November berada di sekitar -10 persen. Meskipun belum pasti, dengan harga Bitcoin berada di sekitar $38,000, sepertinya sentimen bullish akan tetap berlanjut. 

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.