CryptoHarian

Bitcoin Bersinar Jelang Laporan Inflasi AS, Ada Apa?

Cryptoharian – Pada hari Selasa (14/5/2024) pagi, harga Bitcoin (BTC) telah mengalami perkembangan signifikan dalam 24 jam terakhir. Pasalnya, kripto utama ini berhasil pulih sebesar 3 persen dengan level yang sempat meraih level US$ 63.269. Melansir dari cointelegraph.com, kenaikan harga ini terjadi saat pelaku pasar kripto menantikan update terbaru tentang ekonomi Amerika Serikat.

Pada minggu ini, tidak hanya investor kripto, namun juga aset lainnya telah menunggu apa yang akan dikatakan oleh The Fed, menyoal data terbaru tentang inflasi di Amerika. Seperti diketahui, data ini nantinya akan menjadi acuan tersendiri oleh The Fed untuk menentukan keputusan suku bunga selanjutnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengumuman tersebut bakal dilangsungkan malam ini untuk laporan Indeks Harga Produsen (PPI) dan diikuti oleh Indeks Harga Konsumen (CPI) pada tanggal 15 Mei. 

Menurut FedWatch dari CME, kalangan investor memperkirakan bahwa The Fed bakal mempertahankan suku bunga. Bahkan, mereka yakin 72 persen bahwa suku bunga akan bertahan hingga Juli mendatang. Meski begitu, kesempatan untuk penurunan suku bunga tampak sangat lambat untuk tahun ini. Prediksinya pun berada di angka 48,6 persen di bulan September.

 Opini Para Analis Kripto

Seorang analis mata uang kripto di media sosial X dengan nama panggung Seth, menunjukkan pentingnya Indeks Kekuatan Relatif (RSI) yang baru-baru ini naik melewati garis tren yang menurun. Menurutnya, laporan ekonomi yang akan datang dan pidato dari Ketua The Fed, Jerome Powell bisa sangat mempengaruhi harga Bitcoin secara masif.

“Jerome Powell kemungkinan besar akan menguntungkan kita. Perekonomian AS tidak sekuat yang ditunjukkan oleh Data. Tingkat Pengangguran Sebenarnya yang diterbitkan oleh Ludwig Institute melaporkan sebesar 24,2 persen dibandingkan dengan 3,8 persen yang dilaporkan dari USDep.Labor!,” ungkap Seth.

Selain itu, pengamat pasar seperti Tedtalksmacro menekankan pentingnya data inflasi ini. Dia berkata bahwa ini adalah kali pertama dalam waktu yang lama dimana data inflasi diperkirakan akan menurun, yang bisa berdampak positif bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Bahkan, salah satu sebuah posting di X dari trader kripto bernama Moustache mengatakan bahwa dia optimis tentang prospek Bitcoin. 

“Para pemegang yang tidak yakin perlu meninggalkan pasar terlebih dahulu sebelum harga Bitcoin bisa naik menuju US$ 80.000.” pungkas Moustache.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Penulis

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis