Cryptoharian – Koreksi yang terjadi pada aset Bitcoin (BTC) beberapa waktu terakhir ini sempat membuat banyak investor mundur. Pasalnya, penurunan yang terjadi sejak harga tertinggi sepanjang masa (ATH) pada Maret lalu hingga harga saat ini terbilang cukup tinggi.
Namun, seorang analis kripto terkenal dengan nama sebutan Ted memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$ 180.000 dalam siklus ini.
“Saya disini masih optimis, meskipun ada gejolak di pasar baru-baru ini. Bitcoin saat ini menunjukkan kekuatan luar biasa di tengah berbagai tantangan,” ungkap Ted.
Kondisi Pasar dan Kekuatan Bitcoin
Melansir dari U.Today, para kreditur Mt. Gox mulai menerima pembayaran mereka di Kraken dan bursa lainnya. Langkah ini pun menyebabkan tekanan jual baru bagi kripto utama tersebut. Selain itu, saham teknologi di Amerika Serikat, yang biasanya berkorelasi tinggi dengan Bitcoin, mengalami penurunan terbesar sejak tahun 2022 pada hari Rabu.
Akan tetapi meski ada tekanan negatif ini, harga Bitcoin hanya turun sedikit. Menurut data dari CoinGecko, Bitcoin saat ini diperdagangkan pada US$ 64.815 setelah sempat turun ke US$ 63.514.
“Saya lebih percaya bahwa konsolidasi harga Bitcoin saat ini, yang terjadi di bawah puncaknya pada bulan Maret setelah peluncuran beberapa ETF spot pada bulan Januari, hanya sementara,” ujarnya.
Selain itu, dirinya memperkirakan bahwa fase ini akan segera berakhir, terutama jika The Fed menurunkan suku bunga.
Baca Juga: ETF Ethereum Memulai Perdagangan dengan Volume Miliaran Dolar
Peran Federal Reserve
Menurutnya, pemotongan suku bunga oleh The Fed akhir tahun ini dapat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga Bitcoin. Para investor hampir yakin bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan September. Perubahan kebijakan ini bisa memberikan dorongan yang diperlukan bagi Bitcoin untuk naik lebih tinggi.
Prediksi Ted tentang harga puncak US$ 180.000 adalah salah satu yang tertinggi di antara para pakar. Pasalnya, trader komoditas terkenal lainnya bernama Peter Brandt, memperkirakan Bitcoin bisa mencapai US$ 150.000 dalam siklus ini.
Begitu juga dengan Tom Lee dari Fundstrat yang menyebut angka yang sama, dengan mengatakan bahwa penurunan inflasi akan menjadi faktor utama. Selain itu, miliarder kripto, Mike Novogratz juga optimis akan pergerakan Bitcoin yang akan datang.
“Perkiraan, harga Bitcoin bisa mencapai enam digit segera tahun ini,” pungkas Novogratz.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



