Bitcoin Cetak Rekor Perdagangan 30 Hari Lebih Tinggi Dibanding Perusahaan Apple.

Cryptoharian – Di tengah pasar Bearish yang melanda aset berisiko seperti saham dan kripto, Bitcoin (BTC) justru telah berhasil mencetak rekor perdagangan, yang lebih dari dua kali lipat dari saham Apple Inc. dalam sebulan terakhir.

Dalam waktu 30 hari yang ditutup tanggal 22 Juli, saham Apple memiliki volume perdagangan harian rata-rata sekitar US$11,6 miliar. Sementara BTC, pada masa yang sama memiliki volume perdagangan harian rata-rata sekitar US$27,7 miliar. 

Melansir finbold.com, di tengah pasar Bearish, volume perdagangan BTC telah bertumbuh lebih baik, setidaknya dari saham perusahaan teknologi besar seperti Apple. Pertumbuhan ini terlihat hingga 2,3 kali lipat.

Meski sempat terseret jatuh sangat dalam saat crash pasar kripto, harga Bitcoin telah mampu membangun upaya pemulihan di awal Semester Kedua tahun 2022. Selain itu, Bitcoin terus mencetak tertinggi jangka pendek baru yang baru-baru ini mengalami beberapa koreksi normal.

Tentu saja, ini masih dapat diharapkan berlanjut dalam upaya Bullish, selama level penting tidak tertembus lagi ke bawah, seperti level US$20.000 dan US$21.000.

Selain itu, korelasi antara Bitcoin dan Nasdaq masih terlihat tinggi di tengah kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi di AS, termasuk kekhawatiran resesi.

Meski sama-sama sempat terseret jatuh cukup dalam, Bitcoin terbukti berhasil mempertahankan volume perdagangan yang unggul. Hal ini, lantaran didorong oleh faktor-faktor seperti kemampuan untuk berdagang secara tujuh hari penuh.

Menilik korelasi ini, Bitcoin dan Nasdaq telah menorehkan pertumbuhan luar biasa di tahun 2021, dan sama-sama terkoreksi hebat di tahun 2022. Ini tentunya menggambarkan sudut pandang dari investor yang masih sama, yaitu pada sentimen ekonomi global yang disebabkan oleh kebijakan agresif the Fed.

Meski keduanya berasas fundamental yang berbeda, tetapi pada akhirnya akan kembali ke selera risiko dari investor, untuk bersiap menghadapi berbagai hal yang ada seperti inflasi, resesi dan sebagainya. Terlebih, krisis energi masih membayangi, saat konflik Ukraina dan Rusia masih menjadi salah satu penyebab utamanya.

Bitcoin kini telah menjadi pesaing kuat saham-saham teknologi, salah satunya adalah Apple. Nilai dari BTC mungkin sudah “sejajar” dengan saham di mata sebagian investor. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.