Cryptoharian – Di penghujung minggu ini, Bitcoin (BTC) kembali menampakkan kinerja yang lesu. Dapat dilihat dari Coingecko, kripto utama tersebut berada di level US$ 60.739 pada hari Minggu (4/8/2024), yang mana ini merupakan penurunan sebesar 1,2 persen dalam 24 jam.
Hal ini pun membuat salah satu trader papan atas dengan nama akun Ash Crypto angkat bicara. Dalam postingannya, ia menyebut bahwa Bitcoin telah mengalami penurunan hingga di bawah angka US$ 61.000, dan menyebabkan likuidasi lebih dari US$ 260 juta.
Ia menjelaskan, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan secara tiba-tiba ini:
1. Peningkatan Angka Pengangguran di Amerika Serikat
Tingkat pengangguran di Amerika Serikat naik menjadi 4,3 persen, lebih tinggi dari yang diharapkan. Peningkatan ini menandakan potensi ketidakstabilan ekonomi dan memicu kekhawatiran akan resesi.
Sebagaimana diketahui, kekhawatiran ini tidak hanya memengaruhi pasar saham, tetapi juga pasar kripto seperti Bitcoin karena investor cenderung menghindari aset berisiko dalam situasi ini.
2. Penguatan Yen Jepang Setelah Kenaikan Suku Bunga
Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, memperkuat yen Jepang. Sebelumnya, meminjam yen adalah pilihan murah bagi para investor, tetapi dengan kenaikan suku bunga ini, biaya pinjaman meningkat. Akibatnya, investor menarik dana dari ekuitas AS dan aset berisiko lainnya, termasuk Bitcoin, yang menambah tekanan pada harga Bitcoin.
Baca Juga: Ekonomi AS di Ujung Tanduk, Ekonom Ini Prediksi Resesi dan Inflasi Tinggi
3. Ketakutan akan Perang Dunia III
Kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya Perang Dunia III kembali muncul untuk kelima kalinya pada tahun 2024. Ketika ketidakpastian global meningkat, investor cenderung memilih investasi ke aset yang lebih aman.
4. Distribusi Bitcoin dari Mt.Gox dan Genesis
Distribusi Bitcoin dari Mt. Gox dan Genesis juga turut mempengaruhi pasar kripto. Dalam hal ini, Mt. Gox sedang mendekati akhir proses distribusi Bitcoinnya kepada para kreditur, sementara Genesis baru saja memulai distribusi mereka, mengirim lebih dari US$ 1 miliar Bitcoin ke pasar.
Prospek Masa Depan
Menanggapi 4 faktor utama tersebut, Ash tidak bergeming dan tetap optimis akan adanya pemulihan pasar. Pasalnya, tantangan ekonomi dan geopolitik ini menurutnya akan mendorong The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Jika suku bunga telah turun, maka pasar dapat kembali stabil dan membuka jalan bagi fase bullish.
Ia pun memprediksi pemulihan akan terjadi dalam tiga bulan ke depan, saat semua kekhawatiran sudah mereda.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.









