CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Bitcoin Merosot, Namun Pertambangan Mencapai Titik Puncak

Bitcoin Merosot, Namun Pertambangan Mencapai Titik Puncak

Advertisement

Berita Crypto: Bitcoin (BTC) menentang tren “penambang mengikuti uang” – karena harga terus turun drastis, dan bahkan mencapai dibawah $6,000 USD, tetapi penambangan sama aktifnya seperti sebelumnya.

Harga BTC telah turun 75%, dan sementara itu, miners telah meningkatkan hashing power penambangan BTC lebih dari 300%. Hashing power BTC sekarang lebih dari 43 juta TH/s, tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan level pada awal 2018. Tren ini telah dipercepat dalam dua bulan terakhir, sementara harga BTC merosot dari $9,000 USD menjadi $6,000 USD kebawah – penambangan hampir dua kali lipat kecepatannya belakangan ini.

Miners telah berbagi bahwa untuk beberapa orang, penambangan BTC semakin dekat dengan tingkat impas, yaitu hampir tidak menguntungkan. Tidak diketahui apa yang akan terjadi jika para penambang bekerja semata-mata demi keuntungan, tanpa penambangan alkruistik. Yang lebih aneh lagi, adalah bahwa sejak awal tahun 2018, transaksi Bitcoin telah stagnan berada dibawah 200,000 dalam 24 jam, secara konsisten, jumlah ini 4-5 kali lebih rendah dari transaksi Ethereum. Dengan penambangan meningkat, setiap transaksi jauh lebih mahal dalam penggunaan listrik dan peralatan.

“Biaya impas penambangan adalah sekitar 80 Juta Rupiah/BTC pada 1,131 Rupiah/kWh … peluang Bitcoin mencapai $1,000 adalah nol, kecuali pada waktu bersamaan, beberapa berita buruk yang luar biasa keluar. Hal ini sulit untuk terjadi, akan lebih mudah memenangkan lotere dibandingkan harga Bitcoin mencapai $1,000.”

Kata seorang user Twitter, – LetMeClearMyThroat (@HavMercyBaby) pada 19 Juni, 2018.

Karena penambangan membuahkan hasil, beberapa percaya itu akan menghentikan penurunan harga BTC. Untuk beberapa penambang, titik impas sedikit lebih rendah dari pada yang lain, yaitu, pada harga 64 Juta IDR/BTC atau $4,400 USD/BTC. Ini berarti bahwa bahkan pada harga saat ini, mungkin sedikit layak untuk melanjutkan penambangan.

Saat ini, pasar crypto hampir berada pada ekuilibrium, bedasarkan pada perilaku yang dimodelkan. Namun, tidak ada opini terpadu untuk harga impas untuk penambangan, karena tidak semua kekuatan hashing datang secara online pada waktu dan kecepatan yang sama. Pertambangan juga memiliki biaya yang berbeda.

Sementara itu, profil trading BTC telah berubah. Yen Jepang memiliki jumlah 65%, dan volume dolar dan USDT terus meluncur. Begitu juga bagian trading volume Bitcoin pada keseluruhan pasar crypto, telah menurun menjadi 27%. Saat altcoin merosot, tampaknya semakin sedikit pembeli yang memarkir dana mereka di Bitcoin, alih-alih memilih untuk melindungin posisi mereka dengan Tether (USDT) yang memiliki harga tetap atau seharga dengan USD.

Septiady

Septiady

Penggermar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment