Cryptoharian – Dominasi Bitcoin (BTC) tampaknya saat ini sudah mulai menunjukkan pelemahan. Sejumlah analis menyebut bahwasanya saat ini altseason sudah dekat dan hanya tinggal menunggu waktu.
Salah satu analis kripto di media sosial X bernama Aaron Fisher turut membagikan pandangannya terhadap altseason atau musim altcoin ini. Dalam penjelasannya, Fisher menyatakan sinyal teknikal kini semakin mendukung dimulainya altseason setelah Bitcoin bertahan kuat di atas US$ 116.000 dan dominasi pasar BTC mulai runtuh. Data terkini yang ia tampilkan pun menunjukkan pergeseran sentimen pasar menuju aset digital berkapitalisasi menengah dan kecil.
Bitcoin (BTC) saat ini mempertahankan posisi di atas US$ 116.000, level yang disebut Dishner sebagai batas aman dalam struktur bullish. Garis tren lambat (Slow Line) juga mulai melengkung naik, mendukung sentimen positif.
Namun, Dishner memperingatkan jika BTC jatuh di bawah titik terendah kemarin, harga kemungkinan akan mengisi “CME Gap” di kisaran US$ 111.000, dengan area pantulan penting di US$ 112.900. Sebaliknya, jika BTC kembali menguji area wick di US$ 123.000, Dishner memproyeksikan pergerakan menuju US$ 127.000 dan kemudian US$ 139.000.
Rasio Ethereum terhadap Bitcoin (ETH/BTC) menembus level Fibonacci 0,236, sinyal pertama bahwa altcoin mulai mengambil alih. Altseason Index kini berada di level 39 dari 100, jauh dari puncaknya di 75, yang menunjukkan bahwa tren baru saja dimulai.
“Ini baru pemanasan,” ungkap Dishner dalam analisanya.
Baca Juga: Bitcoin Bisa Tembus US$ 200.000 Tanpa Bantuan Investor Ritel, Kata Laporan Ini
Dominasi BTC Anjlok, Konsolidasi Bullish di Altcoin
Dominasi Bitcoin (BTC.D) anjlok tajam dan kini di bawah 1 persen mencetak sinyal “Open Short” pada indikator Trend Breakout. Sebaliknya, dominasi Ethereum (ETH.D) dan kategori altcoin lainnya seperti Top 10 dan Others sedang menanjak TOTALE50.D bahkan menembus Resistance Fan dan memantul dari support historis, sebuah sinyal klasik bahwa altseason sedang berlangsung.
Lebih lanjut, Dishner menggarisbawahi munculnya pola penutupan short dan divergensi teknikal pada indeks TOTALE50.D dan TOTALE100.D, dua metrik yang merepresentasikan altcoin berkapitalisasi kecil dan menengah. Ini adalah pola yang menurutnya sangat langka, namun secara historis menandai awal dari altseason yang kuat.
“Bahkan altcoin kecil pun mulai pecah resisten. Ini sangat bullish,” ujarnya.
Sebagai penutup, Dishner memberikan sejumlah tip untuk trader agar setidaknya mendapat momentum saat altcoin bangkit.
- Gunakan modal besar di fase awal, kurangi tren saat tren jauh.
- Fokus pada lebih sedikit aset, namun dengan alokasi lebih tinggi.
- Disiplin ambil profit, hindari overtrading.
- Jangan gunakan leverage berlebihan.
- Pantau pergerakan BTC sebagai indikator utama.
- Abaikan target harga spekulatif dari influencer.
“Tetap disiplin dan lindungi keuntunganmu,” pungkas Dishner.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








