Bitcoin Tembus $ 11.000, Bagaimana Sentimen Pasar?

Sejumlah metrik menunjukkan bahwa sentimen sosial dan trading untuk Bitcoin masih rendah, meskipun harga Bitcoin tembus di atas $ 11.000 pada beberapa jam yang lalu. Pada saat pers, harga BTC berada di $10.890 di Binance atau Rp 162 juta di Indodax.

Berikut adalah penilaian sentimen pasar Bitcoin dari beberapa penyedia layanan analisis.

Santiment

Penyedia analisis on-chain, Santiment, mengungkapkan bahwa sentimen sosial terhadap Bitcoin berada pada level terendah terhitung sejak 2 tahun terakhir. Metrik ini memperhitungkan keseluruhan volume penyebutan Bitcoin di Twitter dan membandingkan rasio komentar positif vs komentar negatif.

Komentar positif sempat melonjak beberapa bulan lalu saat Bitcoin mulai pulih di tengah jatuhnya pasar akibat pandemi di pertengahan bulan Maret. Namun, sepanjang bulan Mei, Juni, hingga Juli ketika nilainya berada di $ 9.000, sentimen pasar menjadi negatif lagi.

Komentar negatif pada level yang sangat rendah itu berkorelasi dengan kanaikan harga Bitcoin. Tapi, komentar negatif yang ekstrim itu berkorelasi dengan retracement harga.

Nilai tertinggi Bitcoin di tahun 2020 ini berada pada Rp 184 juta di bulan Agustus. Sayangnya, Bitcoin gagal mencapai nilai puncak tahun 2019 di Rp 199 juta.

Sejumlah analis menyatakan menunjukkan pasar belum bullish karena tidak bisa mengalahkan harga tertinggi di tahun 2019.

Bitcoin Fear and Greed Index

Di sisi lain, pengukur senitmen pasar lainnya yaitu Bitcoin Fear and Greed Index menujukkan hasil yang netral. Metrik yang mereka gunakan adalah kombinasi faktor-faktor seperti volatilitas, momentum dan volume pasar, interaksi media sosial, dominasi pasar, dan tren saat ini.

Bulan Agustus menujukkan indeks berada di zona “extreem greed” karena Bitcoin diperdagangkan sekitar $ 11.000 atau lebih. Tapi, secara mengejutkan level terendahnya terjadi di bulan Maret dan April ketika pasar global dikuasai ketakutan ekstrim – akibat Covid-19.

Tradingview

Platform grafik populer lainnya, Tradingview, memiliki indikator sentimen tersendiri. Tampilan harian dan mingguan mereka memancarkan sinyal beli, sedangkan semuanya lebih ke arah netral pada jangka waktu yang lebih pendek.

Meski sebagian besar Bitcoin telah berkorelasi dengan pergerakan saham sepanjang tahun 2020 ini, namun secara historis, bulan September adalah waktu yang lemah untuk pasar saham dan pengembalian harga cryptocurrency. Ini disebut ‘September Effect’.

Analis di Twitter

Josh Rager mengatakan bahwa Bitcoin akan terus naik karena kelayakannya sebagai lindung nilai jangka panjang terhadap fiat.

“Jika Anda ingin membeli investasi jangka panjang dan melakukan lindung nilai terhadap sistem keuangan saat ini – beli Bitcoin,” saran Rager di Twitternya.

Namun, untuk menjaga tren harga terus naik, Bitcoin perlu mencapai kembali nilai $ 11.900 atau lebih.

Ketika pembeli terus mencoba yang terbaik untuk mendorong harga Bitcoin naik, si Crypto Michael mengungkapkan bahwa level resistensi di $ 11.100 akan memperlambat tren kenaikan harga Bitcoin.

“Tidak mengharapkan terobosan dalam sekali jalan. Jika kita turun, target berikutnya adalah $ 12000. Jika kita gagal di sini, saya berasumsi mid 10k rendah adalah yang berikutnya,” tulisnya di Twitter.

Jadi Bitcoin mungkin akan menguji level ini, mundur lagi, dan mengulangi prosesnya beberapa kali.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis