CryptoHarian

Bitcoin Tunjukkan Rebound, Analis: Tunggu Pergerakan Selanjutnya

Cryptoharian – Harga aset kripto utama Bitcoin (BTC) pada Rabu (29/11/2023) pagi telah kembali menunjukkan angka US$ 37.776. Dalam hal ini, Bitcoin tunjukkan rebound yang terjadi atas penurunan sebesar 1,36 persen pada Selasa (28/11/2023) malam.

Menanggapi hal ini, seorang analis di platform X dengan jumlah follower yang hampir mencapai 200.000 bernama Altcoin Sherpa, menyatakan bahwasanya untuk menunggu sejenak pasca Bitcoin tunjukkan rebound. Dalam postingan terbarunya, ia menyatakan bahwa jika Bitcoin menjebol area US$ 38.000 dengan dorongan kuat, maka harga akan naik ke US$ 40.000.

“Lumayan sederhana. Harga BTC menembus US$ 38.000 dengan kuat, maka akan ada kenaikan hingga US$ 40.000. Anda pasti hanya ingin melihat kelanjutan dari kenaikan, bukannya sumbu kecil,” ungkap Sherpa.

Dari sini, Sherpa juga menjelaskan bahwa dirinya tidak melihat adanya perubahan signifikan, dan cenderung fokus pada kelanjutan kinerja kripto teratas ini. Menurutnya, ketika Bitcoin tunjukkan rebound adalah momen untuk melakukan analisa lebih lanjut daripada tergesa-gesa untuk membuka posisi baru.

“Tidak ada yang berubah saat ini, hanya ingin memantau kelanjutan dari pergerakan. Lagi pula, ini bukan saat yang tepat untuk menaruh posisi long yang baru,” ujarnya.

Berita bitcoin: Analisis 5 Crypto Kapitalisasi Besar Tenar Beberapa Hari Terakhir: BTC, LINK, SOL, SHIB, MATIC

Senada dengan Sherpa, seorang investor bernama Mike Alfred pada postingan X-nya mengatakan bahwa saat ini tengah terjadi pertarungan hebat untuk Bitcoin menuju US$ 38.000. Pasalnya, jika Bitcoin tunjukkan rebound maka trend bullish dapat berlanjut.

Akan tetapi, para bear tidak akan diam saja melihat pergerakan naik ini. Ia berdalih, bear pasti akan mencoba untuk mempertahankan harga BTC di bawah US$ 38.000 untuk menghindari kebangkrutan.

“Ada pertarungan sengit yang terjadi saat Bitcoin hendak menuju US$ 38.000. Bear mencoba untuk menahan BTC di bawah harga tersebut, dan mencegah terjadinya kebangkrutan saat harga BTC naik menjadi US$ 48.000 hingga US$ 150.000,” kata Alfred.

Sedangkan di sisi lain, lanjut Alfred, para bull Di sisi lain, bullish tampak lebih sabar dan bersedia menunggu, atau memanfaatkan situasi ini.

“Bulls mampu untuk menunggu waktunya karena penutupan ini hanya terjadi dalam satu hari,” pungkas Alfred.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.